NTB
Dokumen Pendirian NTB Capital Segera Dibawa ke Meja Mendagri
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Pemprov NTB melanjutkan proses pendirian BUMD baru bernama PT NTB Kapital hingga FGD kedua. menyiapkan dokumen untuk appraisal Kemendagri.
- PT NTB Kapital akan fokus pada bisnis investasi dan menggabungkan beberapa perusahaan daerah, dengan rencana 11 bidang usaha berbasis potensi aset NTB.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pendirian badan usaha milik daerah (BUMD) baru oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bergulir, kini prosesnya sudah sampai pada Focus Group Discussion (FGD) kedua.
FGD ini dilakukan untuk mendengar saran dan masukan dari para ahli, dalam menyusun perusahaan daerah yang nantinya diberi nama PT NTB Capital. Perusahaan ini akan fokus pada bisnis investasi.
Kepala Biro Ekonomi Setda NTB, Dr Najamuddin Amy menjelaskan selain melaksanakan FGD, juga sudah dalam pemenuhan dokumen persyaratan yang diminta oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Setelah FGD kedua, minggu depan segera semua dokumen harus segera disampaikan ke Jakarta, karena dibutuhkan waktu 14 hari untuk dilakukan appraisal oleh Biro Hukum dan Staf ahli Kemendagri," kata Najam, Jumat (21/11/2025).
Setelah appraisal itu selesai dilakukan, Pemprov NTB tinggal memenuhi masukan yang disampaikan Kemendagri berdasarkan hasil penilaian tersebut. Jika tidak ada masukan maka rekomendasi pendirian BUMD baru sudah bisa dikeluarkan.
"Nanti kita tunggu apakah ada tambahan masukan atau cukup, sehingga rekomendasi itu bisa dikeluarkan," kata Najam.
Pendirian BUMD yang bergerak dibidang investasi ini pertama di Indonesia, sehingga kedepan diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain.
Baca juga: Pembentukan NTB Kapital Diusulkan Masuk Prolegda 2026
Selain menggerakan investasi, NTB Capital ini juga akan menggabungkan beberapa perusahaan daerah non keuangan yang memang sudah ada sebelumnya seperti PT Gerbang NTB Emas (GNE).
Mantan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) ini mengatakan, prospek bisnis dari PT NTB Capital ini dengan memfokuskan investasi pada aset yang dimiliki Pemprov NTB ataupun potensi yang dimiliki.
Misalnya di bidang pertanian dimana NTB menjadi lumbung pangan nasional, kemudian potensi pertambakan dengan produksi udang dan tembakau.
Mantan Kadis Perumahan dan Permukiman (Perkim) ini juga mengatakan, ada 11 lapangan usaha yang direncanakan akan dilaksanakan PT NTB Capital dengan beberapa diantaranya menjadi prioritas.
"Jadi semua sudah kita susun, berapa keuntungan dan kapan balik modal dari investasi ini semua sudah disusun," kata Najam.
Najam menegaskan, Pemprov NTB tidak ingin terburu-buru dalam mendirikan BUMD ini. Ia mengatakan semua BUMD yang ada harus memberikan keuntungan dan deviden bagi daerah.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/NTB-KAPITAL-FGD.jpg)