Breaking News:

Sebanyak Rp 21,3 Miliar Insentif Tenaga Kesehatan Pemprov NTB Telah Dibayar

Insentif tenaga kesehatan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) periode Januari – Juni 2021 telah dibayar.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: wulanndari
TribunLombok.com/Sirtupillaili
SWAB:seorang tenaga kesehatan Puskesmas Mataram mengambil sampel swab di pos penyekatan PPKM Darurat Mataram Metro, Minggu (11/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Insentif tenaga kesehatan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) periode Januari – Juni 2021 telah dibayar.

Nilai total insentif tersebut mencapai Rp 21,303 miliar atau 43,1 persen.

“Selain itu untuk insentif vaksinator sampai bulan Juni juga sudah dibayarkan sebesar Rp 747 juta,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Najamuddin Amy, dalam siaran persnya, Senin (19/7/2021).

Sementara itu, Asisten III Sekretariat Provinsi NTB dr Nurhandini Eka Dewi mengatakan, insentif bagi tenaga kesehatan di bawah lingkup Pemprov NTB dibayarkan sejak Januari sampai Juni 2021.

"Dibayarkan sejak Januari sampai Juni untuk target pembayaran dalam setahun," katanya. 

Baca juga: Pasokan Listrik Lancar, Oksigen Medis di RS Sumbawa Aman Selama Pandemi Covid-19

Baca juga: Seleksi CPNS dan PPPK di Masa Pandemi, BKD NTB Siapkan Ambulans  dan Tim Medis

Sebelum refocusing, kata Eka, insentif itu dibayarkan oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kepada tenaga kesehatan.

Terkait surat perintah membayar (SPM) oleh pemerintah daerah, Eka menegaskan, berbeda dengan daerah lain.

Sebelum refocusing, pembayaran insentif tenaga kesehatan dilakukan melalui BLUD sebelum pembayaran dicairkan Pemprov NTB.

"Saat SPM diperiksa, pembayaran bulan Juni sedang berproses untuk mengganti dana yang dikeluarkan oleh BLUD,” tambahnya.

Baca juga: Banyak Mahasiswa KKN Positif Covid-19, Wakil Gubernur NTB Minta Kampus Tarik Semua Mahasiswanya

Baca juga: Situasi Nasional Berada pada Level Darurat, Pemkab Lombok Barat Perkuat Tim Tracer Covid-19

Baca juga: Nasib Dua Dokter yang Jual Vaksin Covid-19 Sisa kepada Warga, Raup Keuntungan Ratusan Juta

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr H Lalu Hamzi Fikri menambahkan, insentif tenaga kesehatan tahun ini realisasinya cukup bagus.

”Koordinasi dengan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), pembayarannya sudah bagus,” klaim Fikri.

Ia menegaskan, insentif nakes tetap menjadi prioritas pemprov di masa pandemi Covid-19.

Serta menjadi atensi pemerintah kabupaten/kota agar hak-hak tenaga kesehatan yang berjuang selama pandemi covid terbayarkan.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved