Breaking News:

Korupsi Benih Jagung di NTB Rugikan Negara hingga Rp 27 Miliar

Nilai kerugian negara akibat dugaan korupsi pengadaan benih jagung, di Distambun NTB tahun 2017 mencapai  Rp 27 miliar lebih

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Dok. Kejati NTB
DUGAAN KORUPSI JAGUNG: Penyidik Kejati NTB saat menahan salah satu tersangka Direktur PT SAM Aryanto Prametu atau AP, usai pemeriksaan, Senin (7/6/2021).  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Nilai kerugian negara akibat dugaan korupsi pengadaan benih jagung, di Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distambun) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2017 mencapai  Rp 27 miliar lebih.

Nilai itu dipastikan setelah penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menerima hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB.

”Kami telah resmi menerima perhitungan kerugian negara kasus penyimpangan pengadaan benih jagung  dari BPKP Perwakilan NTB,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Setelah Mediasi, Warga Dua Desa di Lombok Tengah Diminta Menahan Diri

Dalam kasus tersebut, penyidik Kejati NTB telah menahan empat orang tersangka.

Mereka adalah mantan Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB Husnul Fauzi atau HF.

Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial I Wayan Wikanaya atau IWW.

Kemudian dua pengusaha atau rekanan yang melaksanakan proyek pengadaan, yakni Direktur PT Wahana Banu Sejahtera (WBS) Lalu Ikhwan Hubi atau LIH.

Baca juga: 127 Juru Parkir Terjaring Razia Premanisme di Mataram, Potensi Pendapatan Daerah Bocor?

Serta Direktur PT Sinta Agro Mandiri (SAM) Aryanto Prametu atau AP.

Keempat orang tersanga diduga terlibat dalam dugaan kasus korupsi tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved