Breaking News:

Berita Lombok

Setelah Mediasi, Warga Dua Desa di Lombok Tengah Diminta Menahan Diri

Setelah memediasi dua kelompok warga yang terlibat konflik, tim Polres Lombok Tengah menemui kepala Desa Ketara dan Desa Rambitan, Kecamatan Pujut

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Dok. Polres Lombok Tengah
SILATURRAHMI: Tim Polres Lombok Tengah menemui para kepala desa di Lombok Tengah yang sempat tegang karena insiden penganiayaan, Selasa (22/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH – Setelah memediasi dua kelompok warga yang terlibat konflik, tim Polres Lombok Tengah menemui kepala Desa Ketara dan Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Selasa (22/6/2021).

Kasat Binmas Polres Lombok Tengah I Gusti Lanang Wijana mengunjungi kantor masing-masing desa.

”Kunjungan ke dua kepala desa ini untuk silaturrahim dan koordinasi,” kata Gusti Lanang, dalam keterangan persnya, Selasa (22/6/2021).

Dalam kunjungan itu, polisi mengimbau kedua belah pihak menahan diri dan tetap mematuhi proses hukum.

Baca juga: 127 Juru Parkir Terjaring Razia Premanisme di Mataram, Potensi Pendapatan Daerah Bocor?

”Soal tuntutan warga, kami himbau masyarakat percayakan proses hukum itu kepada aparat," kata Kasat Binmas didampingi Kaur Bin Ops Binmas Ipda Jalaludin.

Ketegangan antar dua kelompok warga tersebut dipicu insiden penganiayaan terhadap salah seorang warga.

Tonton juga:

Kasus itu kini tengah ditangani kepolisian.

Polres meminta kedua kepala desa berperan aktif membantu kepolisian agar masyarakat tidak main hakim sendiri.

Baca juga: Kecanduan Narkoba, Karyawan di Mataram Nekat Gadai Mobil hingga Laptop Perusahaan

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved