Breaking News:

Anak Muda Bayan Menjaga Warisan Wetu Telu di Lombok Utara

Anak muda Bayan, pewaris masyarakat adat ‘Wetu Telu’ berjuang melawan stigma dengan cara kreatif mengikis pandangan skepti

TribunLombok.com/Sirtupillaili
Mahniwati menunjukkan Kopi Nina Bayan miliknya, di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Minggu (18/4/2021). 

Anak-anak muda Bayan, pewaris masyarakat adat ‘Wetu Telu’ berjuang melawan stigma. Dengan cara-cara kreatif mereka mengikis pandangan skeptis terhadap komunitas Wetu Telu di Lombok Utara

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA – Mahniwati (30), terseyum kecut saat ditanya pengalamannya mendapat stigma negatif sebagai komunitas Wetu Telu.

Pikirannya menerawang ke tahun 2010 silam. Kala itu dia baru-baru masuk kuliah di Universitas Mataram.

Perempuan Dusun Dasan Baro, Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini syok ketika ditanya asal usul oleh satpam kampus.

Mahniwati yang baru masuk kota dengan polos memperkenalkan diri dari Bayan, Lombok Utara.

Tapi reaksi sang satpam membuatnya kaget.

”Oh...(orang Wetu Telu) yang tiga waktu salatnya itu?” tutur Mahni, menirukan perkataan satpam tersebut.

Baca juga: Laskar Sasak Motori Acara Adat ‘Nyentulak’, Doa Bersama Tolak Bala dan NTB Bebas Covid-19 

Dia sangat kaget mengetahui pandangan orang tentang kampung halamannya.

Tidak hanya satpam, teman dan orang-orang di lingkungan kualiahnya pun berpikir sama.

MASJID KUNO: Masjid Bayan Beleq di Desa Bayan, Lombok Utara masih berdiri kokoh meski usianya diperkirakan 300 tahun, Minggu (18/4/2021). Masjid ini merupakan saksi bisu masuknya Islam di Lombok dan diperkirakan menjadi masjid pertama di Lombok.
MASJID KUNO: Masjid Bayan Beleq di Desa Bayan, Lombok Utara masih berdiri kokoh meski usianya diperkirakan 300 tahun, Minggu (18/4/2021). Masjid ini merupakan saksi bisu masuknya Islam di Lombok dan diperkirakan menjadi masjid pertama di Lombok. (TribunLombok.com/Sirtupillaili)

Baca juga: Dirjen KSDAE: Konservasi SDA Gunung Rinjani Harus Libatkan Masyarakat Adat

Halaman
1234
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved