Senin, 11 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

470 Ribu Penerima Bansos Baru 2026 Berdasarkan Update DTSEN

Kemensos menyalurkan bantuan sosial berdasarkan DTSEN yang dimutakhirkan secara berkala oleh BPS setiap tiga bulan.

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/TANGKAP LAYAR
BANSOS - Suasana pencairan BLTS di Kantor Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Lombok Timur, Senin (1/12/2025). Kemensos menyalurkan bantuan sosial berdasarkan DTSEN yang dimutakhirkan secara berkala oleh BPS setiap tiga bulan. 

Ringkasan Berita:
  • Kemensos menyalurkan bantuan sosial berdasarkan DTSEN yang dimutakhirkan secara berkala oleh BPS setiap tiga bulan.
  • Perubahan komposisi penerima manfaat dalam setiap siklus penyaluran merupakan bagian dari mekanisme yang berjalan secara reguler.

TRIBUNLOMBOK.COM — Sebanyak lebih dari 470 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru tercatat menerima bantuan sosial (Bansos) pada triwulan II 2026. 

Penerima Bansos ini belum mendapatkan bantuan pada triwulan pertama dan kini masuk dalam daftar penerima setelah proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan setiap triwulan pasti ada perubahan-perubahan penerima manfaat. 

"Untuk triwulan kedua ini, ada lebih dari 470 ribu Keluarga Penerima Manfaat baru yang mendapatkan bantuan, di mana mereka belum mendapatkan bantuan pada triwulan pertama," ujar Gus Ipul usai Rapat Tingkat Menteri mengenai Evaluasi Capaian Pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 di Gedung BP Jamsostek, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026) dikutip dari laman resmi Kemensos.

Baca juga: Bansos Tahap II Mei 2026 Cair Bertahap, Cek Penerima Bisa Pakai NIK

Update Data Tiap 3 Bulan

Gus Ipul menjelaskan bahwa Kemensos menyalurkan bantuan sosial berdasarkan DTSEN yang dimutakhirkan secara berkala oleh BPS setiap tiga bulan. 

Perubahan komposisi penerima manfaat dalam setiap siklus penyaluran merupakan bagian dari mekanisme yang berjalan secara reguler.

"Oleh karena itu, ada pasti perubahan-perubahan Keluarga Penerima Manfaat, meskipun sebagian besar masih tetap pada KPM yang sudah menerima sebelumnya," jelasnya.

Untuk mendukung akurasi data, Kemensos bersama BPS dan pemerintah daerah terus berkolaborasi dalam proses pemutakhiran. 

Hingga saat ini, lebih dari 70 ribu Operator Data Desa telah dilibatkan dalam pembaruan data di tingkat tapak.

"Dengan adanya operator data desa ini, di samping kita memperoleh data langsung, masyarakat bisa lebih cepat jika memerlukan aktivasi, reaktivasi, atau pembaruan data," kata Gus Ipul.

Sistem Terintegrasi dari Desa hingga Pusat

Data penerima bansos yang telah diperbarui selanjutnya diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) milik Kemensos. 

Sistem ini terhubung langsung dengan dinas sosial di tingkat kabupaten/kota dan provinsi, Kemensos di tingkat pusat, serta DTSEN yang dikelola BPS.

"Lewat aplikasi ini kami bisa mengukur usulan-usulan dari daerah, pembaruan data dari daerah, sekaligus melihat perkembangan sosial ekonomi setiap keluarga penerima manfaat," jelas Gus Ipul.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pihaknya telah menyelesaikan pemutakhiran DTSEN untuk triwulan kedua 2026. 

Dalam versi terbaru yang telah direkonsiliasi dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), jumlah penduduk yang teregistrasi mencapai 289 juta orang.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved