Haji 2026
Jemaah Haji Dilarang Jemur Pakaian di Rooftop oleh Pihak Hotel
Sejumlah jemaah melaporkan larangan menjemur pakaian di atap hotel atau rooftop yang diberlakukan pihak hotel.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah jemaah melaporkan larangan menjemur pakaian di atap hotel atau rooftop yang diberlakukan pihak hotel.
- Fasilitas yang wajib disediakan hotel berdasarkan kontrak mencakup resepsionis, lift yang memadai, mesin cuci, hingga tempat air minum.
TRIBUNLOMBOK.COM - Kebutuhan mencuci dan menjemur pakaian menjadi bagian dari rutinitas harian jemaah haji Indonesia selama menginap di Makkah.
Sejumlah jemaah melaporkan larangan menjemur pakaian di atap hotel atau rooftop yang diberlakukan pihak hotel.
Kepala Seksi Layanan Akomodasi PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Suryo Panilih, mengonfirmasi bahwa larangan tersebut bukan kebijakan sepihak pihak hotel, melainkan bagian dari regulasi yang berlaku di Arab Saudi, khususnya di Kota Makkah.
"Menurut info dari Otoritas Saudi, menjemur di atap hotel atau rooftop dilarang karena dapat membahayakan jemaah dan juga melanggar aturan yang ada di Arab Saudi khususnya di Makkah," ujar Suryo saat diwawancarai tim Media Center Haji di Makkah, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Fasilitas Jemaah Haji di Armuzna: Perlengkapan Tidur, CCTV 254 Jam, AC, hingga Kasur Baru
Fasilitas Harus Sesuai Kontrak
Suryo mengakui bahwa fasilitas yang wajib disediakan hotel berdasarkan kontrak mencakup resepsionis, lift yang memadai, mesin cuci, hingga tempat air minum.
"Kami sudah berkoordinasi dengan syarikah dan juga dengan pihak hotel untuk mencarikan solusi tempat mengganti tempat mencuci dan menjemur pakaian jemaah haji," terang Suryo.
Solusi Darurat
Sebagai solusi jangka pendek, PPIH dan pihak syarikah tengah mengidentifikasi area pengganti di dalam hotel, antara lain lantai servis atau lantai restoran yang berpotensi difungsikan sebagai lokasi cuci dan jemur pakaian.
Bagi hotel yang sudah memiliki area khusus di rooftop, aktivitas jemur akan dialihkan ke area tersebut.
Sementara hotel yang belum memiliki fasilitas serupa diminta membangun area khusus yang dilengkapi saluran pembuangan air cucian.
Namun proses pengerjaan itu membutuhkan waktu yang tidak singkat.
"Ini akan memerlukan waktu yang tidak sebentar, mungkin 1 atau 2 hari, atau bahkan mungkin bisa sekitar 3 harian. Tapi semua sudah kita pantau dan kita akan awasi terus progres pengerjaannya secepat mungkin karena aktivitas mencuci di hotel ini selalu ada setiap hari," ujar Suryo.
Jemaah rata-rata menginap di Makkah selama lebih dari dua pekan dalam kondisi cuaca panas ekstrem sehingga sering mengganti dan mencuci pakaian.
Suryo menegaskan pihaknya akan terus memantau dan mempercepat penyelesaian fasilitas pengganti di seluruh hotel yang terdampak, agar kebutuhan dasar jemaah tetap terpenuhi tanpa gangguan selama berada di Makkah.
(*)
| Fasilitas Jemaah Haji di Armuzna: Perlengkapan Tidur, CCTV 254 Jam, AC, hingga Kasur Baru |
|
|---|
| 19 Hari Operasional Haji: 20 Jemaah Wafat, 77 Orang Dirawat |
|
|---|
| Kemenhaj Larang Jemaah Ziarah atau Keliling Kota Sebelum Puncak Ibadah Haji |
|
|---|
| Jemaah Haji Gelombang Kedua Wajib Pakai Ihram Sejak dari Embarkasi |
|
|---|
| Dua JCH Asal Lombok Tengah Masih Menunggu Pemberangkatan, Awalnya Gagal Terbang karena Sakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/jemaah_haji_masjidil_haram_202082.jpg)