Haji 2026
19 Hari Operasional Haji: 20 Jemaah Wafat, 77 Orang Dirawat
Sebanyak 20 jemaah telah dinyatakan wafat dan 77 lainnya masih menjalani perawatan.
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 20 jemaah telah dinyatakan wafat dan 77 lainnya masih menjalani perawatan.
- Kombinasi kelelahan kumulatif, paparan panas ekstrem, dan kondisi penyerta yang tidak terdeteksi sejak awal kerap menjadi faktor utama.
TRIBUNLOMBOK.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M secara umum berjalan lancar memasuki hari ke-19 masa operasional.
Sebanyak 20 jemaah telah dinyatakan wafat dan 77 lainnya masih menjalani perawatan.
Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas tercatat telah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, 165 kloter dengan 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah guna melaksanakan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menuju puncak haji.
Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport di Jeddah, sebanyak 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas dilaporkan telah tiba.
Baca juga: Delapan Jemaah Haji NTB Masih Tertunda Berangkat karena Sakit
Selain itu, 2.958 jemaah haji khusus juga tercatat telah berada di Arab Saudi.
Berdasarkan rekam jejak penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun, kematian jemaah Indonesia secara konsisten mengalami lonjakan signifikan pada dan setelah fase Armuzna yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta pelaksanaan lempar jumrah.
Kombinasi kelelahan kumulatif, paparan panas ekstrem, dan kondisi penyerta yang tidak terdeteksi sejak awal kerap menjadi faktor utama.
Kondisi ini diperparah oleh suhu udara di Makkah dan Madinah yang saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius dan berpotensi terus meningkat saat puncak haji berlangsung.
77 jemaah yang masih menjalani perawatan aktif di antaranya 170 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 352 dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan pihaknya terus mengimbau jemaah untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan fisik, memperbanyak konsumsi air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan.
"Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji," ujar Ichsan di Makkah, Sabtu (9/5/2026).
Kemenhaj menyampaikan duka cita mendalam atas jemaah yang wafat dan memastikan seluruh hak layanan mereka dipenuhi sesuai prosedur.
Layanan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi
| Kemenhaj Larang Jemaah Ziarah atau Keliling Kota Sebelum Puncak Ibadah Haji |
|
|---|
| Jemaah Haji Gelombang Kedua Wajib Pakai Ihram Sejak dari Embarkasi |
|
|---|
| Dua JCH Asal Lombok Tengah Masih Menunggu Pemberangkatan, Awalnya Gagal Terbang karena Sakit |
|
|---|
| 97.139 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci |
|
|---|
| Hari ke-14 Haji, 81.992 Jemaah Telah Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/jemaah_haji_bandara_jeddah_202092.jpg)