Haji 2026
Titik Rawan Kesasar Jemaah Haji Indonesia di Masjidil Haram
Jemaah yang salah arah terpaksa kembali masuk ke area Masjidil Haram dan mencari ulang jalur yang benar.
Ringkasan Berita:
- Jemaah yang salah arah terpaksa kembali masuk ke area Masjidil Haram dan mencari ulang jalur yang benar.
- Lansia paling rawan kesasar akibat keterbatasan fisik dan faktor psikologis.
TRIBUNLOMBOK.COM - Jemaah haji asal Indonesia rawa kesasar di Masjidil Haram Makkah.
Sejumlah titik rawan yang kerap membuat jemaah terutama lansia kehilangan arah dan terpisah dari rombongan.
Salah satu petugas haji di layanan Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja Makkah, Deka Ulfa Wiwik Irjayanti, mengungkapkan bahwa paling sering terjadi pada jemaah yang bermukim di wilayah Syisyah-Raudhah saat hendak kembali ke hotel.
Sesuai rute yang benar, jemaah dari wilayah tersebut seharusnya menuju Terminal Syib Amir dengan menjadikan WC 9 sebagai patokan arah.
Namun kenyataan jemaah justru mengarah ke Terminal Ajyad dengan patokan WC 3, yang merupakan jalur keliru.
Baca juga: Idul Adha 2026 Kapan? Simak Hasil Sidang Isbat Kemenag 17 Mei
"Karena jemaah Indonesia kebanyakan ada di Terminal Syib Amir, kadang jemaah itu mikirnya WC 3, apa-apa patokannya WC 3. Padahal mereka harusnya ke WC 9," jelas Deka.
Akibatnya, jemaah yang salah arah terpaksa kembali masuk ke area Masjidil Haram dan mencari ulang jalur yang benar.
Hal ini menguras tenaga di tengah suhu Makkah yang berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
Kelompok Paling Rentan Tersasar
Lansia paling rawan kesasar akibat keterbatasan fisik dan faktor psikologis.
"Karena banyak jemaah yang sudah sepuh, kalau sudah tertinggal oleh teman-temannya itu menjadi ketakutan tersendiri," ujar Deka.
Hal itu diperparah dengan kepanikan, kelelahan fisik dan minimnya kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menyiapkan 11 titik pos siaga di kawasan Masjidil Haram atau bertambah dua titik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah sembilan pos.
Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram PPIH Arab Saudi, Latief Wibawa, menjelaskan bahwa setiap pos diisi oleh petugas lintas fungsi, mencakup unsur kesehatan, pelayanan lansia dan disabilitas, pembimbing ibadah, serta perlindungan jemaah.
"Titik-titik itu harus ditempatkan pos sehingga akan membantu jemaah haji yang berada di Masjidil Haram. Jemaah tidak perlu sungkan untuk menghampiri kami jika membutuhkan bantuan," ujar Latief kepada tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Makkah, Rabu (6/5/2026).
Khusus di area tawaf, petugas laki-laki mengenakan pakaian ihram bertuliskan "PETUGAS HAJI INDONESIA 2026" agar mudah dikenali di tengah kerumunan jemaah.
Latief menegaskan bahwa seluruh pos beroperasi penuh selama 24 jam dan siap memberikan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan pertolongan.
"Ketika melihat petugas yang menggunakan seragam, silakan temui kami, tidak usah khawatir. Kami akan memberikan pelayanan maksimal, 24 jam penuh kepada seluruh jemaah haji kita," tegasnya.
(*)
| Tenda Jemaah di Arafah Rampung H-5 Puncak Haji, Apa Saja Fasilitasnya? |
|
|---|
| Jemaah Haji Dilarang Jemur Pakaian di Rooftop oleh Pihak Hotel |
|
|---|
| Fasilitas Jemaah Haji di Armuzna: Perlengkapan Tidur, CCTV 254 Jam, AC, hingga Kasur Baru |
|
|---|
| 19 Hari Operasional Haji: 20 Jemaah Wafat, 77 Orang Dirawat |
|
|---|
| Kemenhaj Larang Jemaah Ziarah atau Keliling Kota Sebelum Puncak Ibadah Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/haji_masjidil_haram_202081.jpg)