Breaking News:

Jadi Daerah Rawan Narkoba, Konsumsi Tramadol di Lombok Timur Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Selain menjadi daerah rawan narkoba, Kabupaten Lombok Timur juga menjadi pusat peredaran obat tramadol palsu

TribunLombok.com/Sirtupillaili
Kepala BBPOM di Mataram Zulkifli bicara soal Tramadol palsu 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Selain menjadi daerah rawan narkoba, Kabupaten Lombok Timur juga menjadi pusat peredaran obat tramadol palsu, di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Para pengedar, pembeli, dan lokasi transaksi kini sebagian besar berada di daerah tersebut.

"Dari hasil investigasi dan penindakan dua bulan terakhir, yang sebelumnya TKP kebanyakan di Kota Mataram dan Lombok Barat, terakhir ini TKP banyak beralih ke Lombok Timur," ungkap Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram Zulkifli, usai pertemuan dengan media, di kantornya, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Masyarakat Kunci Utama Atasi Pandemi Covid-19, Polda NTB Kembali Gelar Lomba Kampung Sehat

BBPOM di Mataram mengungkap empat kasus peredaran tramadol palsu di Lombok Timur, sejak November 2020 sampai Januari 2021.

Nilai transaksi tramadol dari empat kasus tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

"Lebih (seratus juta), apalagi tahun baru kemarin (banyak). Tapi tidak sampai miliaran," katanya.

Dalam kasus-kasus yang berhasil diungkap, tim melakukan pencegahan di perusahaan ekspredisi.

Baca juga: Gadis 15 Tahun Bunuh Pria yang Berusaha Memperkosanya, Kini jadi Tersangka Lalu Bagaimana Nasibnya?

"Bahkan kita sampai ke rumah pelaku," katanya.

Melihat jumlah barang bukti dan kasusnya, kondisi Lombok Timur cukup mengkhawatirkan.

Halaman
1234
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved