Breaking News:

Danrem 162/WB dan Kadis Kesehatan Positif Covid-19 Setelah Divaksin, Ini Penjelasan Dinkes NTB

Orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 masih bisa terjangkit virus Corona.

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
TribunLombok.com/Sirtupillaili
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri 

Itulah penjelasan mengapa Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi terjangkit virus meski sudah divaksin. 

Kasus di NTB bukan yang pertama. Hal serupa juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan di Israel, 240 warga terkonfirmasi postif Covid-19 setelah disuntik vaksin.

Baca juga: Sebelum Gugur di Papua, Pratu Dedi Berencana Pulang Lombok untuk Menikah : Bapak Sudah Siap

Dengan kasus-kasus itu, Fikri mengingatkan, mereka yang telah divaksin tidak bisa menyatakan dirinya langsung bebas dari Covid-19.

Bukan mentang-mentang sudah divaksin, kemudian merasa bebas dari Covid-19 lalu membuka masker.

”Protokol kesehatan harus dijalankan, tetap cuci tangan, jaga jarak harus dilakukan, membantasi mobilisasi dan hindari kerumunan,” imbuhnya.

Lebih Kuat

Baca juga: Sandal Tertinggal saat Mencuri, Dua Maling Lombok Barat Terciduk  

Walau demikian, orang yang sudah divaksin memiliki keunggulan dibandingkan yang belum.

Mereka yang divaksin memiliki keunggulan. Antibodi mereka lebih bagus sehingga ketika terpapar dampaknya tidak akan terlalu parah.

”Ketika terpapar, gejala ada tapi mungkin ringan,” katanya.

Vaksin, kata dr Fikri, adalah virus yang sudah dilemahkan kemudian disuntikkan untuk memancing reaksi dalam tubuh dan membentuk antibodi seseorang.

”Untuk membentuk antibodi itu butuh waktu,” tandasnya.

 (*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved