Wisata Bima
Doro Wadu Nae, Destinasi Soft Trekking dengan Pemandangan Spektakuler di Dompu
Doro Wadu Nae adalah sebuah bukit di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang kini menjadi daya tarik wisata populer.
TRIBUNLOMBOK.COM, DOMPU - Doro Wadu Nae adalah sebuah bukit di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang kini menjadi daya tarik wisata populer.
Dataran tinggi ini menawarkan panorama alam perbukitan yang indah dengan hamparan sawah hijau membentang di bawahnya.
Dalam bahasa lokal, Doro Wadu Nae berarti "gunung atau bukit besar," merujuk pada ketinggiannya yang mencapai 500 meter di atas permukaan laut (Mdpl).
Bukit ini sangat ideal bagi wisatawan yang ingin bersantai maupun bagi penggemar aktivitas luar ruangan seperti hiking ringan atau soft trekking.
Daya tarik utama bukit ini adalah keberadaan sebuah batu alam raksasa di puncaknya. Batu inilah yang memberi nama bukit tersebut.
Dari atas batu ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan 360 derajat yang sangat jelas dan menawan. Meski alami dan memiliki lubang di sisi-sisinya, pengunjung diimbau untuk berhati-hati saat berada di atas.
Dari puncak Doro Wadu Nae, pengunjung disuguhi pemandangan jejeran sawah rapi berbentuk kotak di bagian bawah. Selain itu, terlihat pula pusat pemerintahan Kabupaten Dompu, termasuk gedung perkantoran dan kubah keemasan Masjid Raya Baiturrahman.
Di kejauhan, terhampar pemandangan laut di kawasan Teluk Cempi, serta perbukitan hijau lainnya seperti Doro Karefa.
Tempat ini buka 24 jam. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari, sebelum matahari terbit, untuk menyaksikan pemandangan kabut tebal dan lautan awan yang luar biasa indah. Sore hari juga tak kalah memukau dengan pemandangan matahari terbenam yang eksotis.
Doro Wadu Nae berlokasi di Lingkungan Doro Ngao, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, NTB.
Akses menuju lokasi sangat mudah, hanya sekitar 4 KM atau 10 menit perjalanan dari Kota Dompu menggunakan sepeda motor.
Jalur pendakian atau soft trekking di bukit ini tergolong ringan. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di dekat areal proyek BTN Doro Mpana, lalu melanjutkan perjalanan kaki.
Waktu pendakian total hanya sekitar 15 menit, 5 menit menuju Pos I, kemudian dilanjutkan 10 menit menyusuri jalan setapak di bawah hutan jati yang sejuk menuju puncak.
Tiket masuk ke lokasi ini gratis, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan alam tanpa perlu mengeluarkan biaya. Namun, untuk keperluan parkir, dikenakan biaya sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Saat ini, fasilitas yang tersedia masih terbatas, hanya terdapat area parkir sederhana untuk kendaraan roda dua. Pemerintah setempat telah merancang sejumlah pengembangan, termasuk pembangunan tangga akses, area camping ground, serta penambahan fasilitas umum seperti toilet dan musala demi kenyamanan pengunjung di masa mendatang.
| Bukit Jatiwangi Bima, Destinasi dengan View Teluk dan City Light yang Memukau |
|
|---|
| Pantai Amahami Kota Bima, Spot Ikonik Tepi Pantai untuk Bersantai dan Kulineran |
|
|---|
| Keunikan Pantai Lariti di Bima, Jalanan Pasir yang Membelah Laut |
|
|---|
| Asi Mbojo, Jejak Kemegahan Kesultanan Bima di Tengah Kota |
|
|---|
| Bombo Ncera, Kolam Alami dengan Air Hijau Jernih yang Bikin Betah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Ilustrasi-Doro-Wadu-Nae.jpg)