Wisata Lombok
Wahana Skuter dan Sepeda Listrik di Sembalun Makin Digemari Wisatawan
Tarif yang dipatok mulai dari Rp60.000 per jam untuk skuter dan Rp70.000 per jam untuk sepeda listrik.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Tarif yang dipatok mulai dari Rp60.000 per jam untuk skuter dan Rp70.000 per jam untuk sepeda listrik.
- Pengelola memastikan jalur yang dilewati merupakan jalan alternatif di pinggir bukit untuk keamanan.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Keindahan Sembalun di Lombok Timur kini tidak hanya dikenal lewat aktivitas memetik stroberi atau trekking perbukitan.
Wahana skuter listrik hadir sebagai daya tarik anyar yang ampuh mendatangkan penghasilan bagi para pelaku usaha sekaligus menghadirkan nuansa berbeda.
Pelopor penyewaan skuter listrik ini adalah Skuter Sembalun yang dijalankan oleh dua perempuan lokal, Yuni Wari dan Sultiyah.
Memasuki tahun ketiga perjalanan bisnisnya, usaha yang bermula dari sekadar coba-coba ini kini tumbuh menjadi lahan bisnis menggiurkan, terutama kala momen libur panjang seperti Idulfitri dan Tahun Baru.
"Kami merintis dari nol sekitar tiga tahun silam, tepatnya ketika Ramadan. Awalnya pengunjung sepi karena belum ramai yang tahu, tapi setelah gencar promosi lewat medsos seperti Instagram dan TikTok, peminat langsung melonjak, terutama seusai Lebaran tahun 2023," kata Yuniwari, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Sembalun Ramai Pengunjung Sejak Hari H Lebaran, Hotel dan Penginapan Penuh
Tarif Beragam
Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berkeliling Sembalun, tarif yang dipatok mulai dari Rp60.000 per jam untuk skuter dan Rp70.000 per jam untuk sepeda listrik.
Tak hanya itu, pengelola juga menyediakan layanan fotografer pribadi dengan harga Rp100.000 per jam bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen.
Meski sempat terdampak cuaca buruk di awal tahun 2026, roda ekonomi dari sektor ini masih terus berputar.
Dengan jumlah armada yang tersisa 7 unit, pendapatan harian yang diperoleh masih cukup stabil.
"Sekarang omzet rata-rata bisa Rp1 juta per hari. Kalau armada lebih banyak, tentu hasilnya bisa jauh lebih besar. Kami juga sudah menjalin kerja sama dengan villa dan homestay, tamu cukup pindai kode QR, skuter akan kami antar langsung ke tempat," imbuh Yuniwari.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Pengelola memastikan jalur yang dilewati merupakan jalan alternatif di pinggir bukit (Jalan Lingkar Pergasingan) agar tak mengganggu lalu lintas utama.
Selain itu, segala risiko kerusakan atau kecelakaan kecil ditanggung penuh oleh pengelola.
Dukungan Fasilitas
Anton, seorang pelancong asal Narmada, Kabupaten Lombok Barat, mengaku terkesan dengan adanya inovasi ini.
Baginya, bersepeda skuter membuka cara baru dalam menikmati hamparan sawah dan perbukitan Sembalun.
| Pe Ngupi, Tempat Nongkrong Favorit di Suela dengan Pemandangan Sawah yang Memesona |
|
|---|
| Akhir Pekan Menenangkan di Gawar Gong: Pelarian Alam yang Menyejukkan Jiwa |
|
|---|
| Mengunjungi Wisata Pohon Purba di Lombok Timur yang Dikelola Warga Binaan Lapas |
|
|---|
| Reban Batu Lenek, Wisata Murah Meriah dan Ramah Anak di Lombok Timur |
|
|---|
| Tak Perlu Mendaki, Cukup ke Rinjani Lodge untuk Melihat Puncak Rinjani Sembari Menyeruput Kopi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/skuter_sembalun_3983u873y73jpg.jpg)