Selasa, 28 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Lebaran 2026

Sembalun Ramai Pengunjung Sejak Hari H Lebaran, Hotel dan Penginapan Penuh

Kawasan Sembalun ramai pengunjung di momen libur Lebaran sehingga penginapan dan hotel penuh pesanan

Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
LIBUR LEBARAN - Pengunjung menikmati fasilitas liburan di Sembalun, Lombok Timur, Selasa (24/3/2026). Kawasan Sembalun ramai pengunjung di momen libur Lebaran sehingga penginapan dan hotel penuh pesanan. 

Ringkasan Berita:
  • Kawasan Sembalun ramai pengunjung di momen libur Lebaran sehingga penginapan dan hotel penuh pesanan.
  • Pengunjung yang tidak memesan kamar sejak jauh hari kerap kkehabisan kamar untuk menginap.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Sembalun sebagai kawasan unggulan di lereng Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), ramai pengunjung.

Memasuki puncak liburan Lebaran 2026, kawasan pegunungan ini selalu menjadi primadona yang dibanjiri ribuan pengunjung dari berbagai daerah. 

Tingginya animo masyarakat membuat perhotelan di kawasan Sembalun kewalahan menampung lonjakan tamu.

Berdasarkan pengamatan langsung sejak hari raya hingga beberapa hari setelahnya, jumlah wisatawan yang datang ke Sembalun terus melesat tajam. 

Fenomena ini diakui oleh para pelaku usaha setempat yang menikmati lonjakan pengunjung tahun ini.

pemilik Homestay dan Restoran Joglo Sembalun Ceria, Giffari Saputra menyebut bahwa kapasitas kamar di kawasan Sembalun nyaris mencapai puncaknya.

"Kunjungan wisatawan ke Sembalun terus meningkat setiap hari. Terbukti, nyaris seluruh hotel dan penginapan di sini sudah penuh," kata Giffari saat ditemui di Sembalun, pada Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Sirkuit Mandalika Diserbu Pengunjung, Dibuka Mendadak Setelah Tutup saat Lebaran

Giffari menambahkan, meski permintaan melonjak, para pengelola tetap menjaga harga agar tidak membebani wisatawan. 

Untuk momen besar seperti Lebaran, tarif kamar berada di kisaran Rp400.000, tidak jauh berbeda dengan harga normal yang sekitar Rp350.000.

"Artinya, harga masih cukup bersaing dan ramah di kantong wisatawan yang ingin menikmati udara pegunungan yang sejuk," imbuhnya.

Sembalun tak hanya memikat lewat penginapannya. Tempat-tempat seperti Kedai Sawah, Bukit Selong, Taman Surga Rinjani, hingga kebun stroberi menjadi pusat keramaian. 

Selain itu, tren pendakian singkat atau tektok di bukit-bukit populer seperti Pergasingan, Bukit Anak Dara, Bao Daya, Nanggi, dan Semvana juga kian digandrungi.

"Di malam hari, kita bisa melihat gemerlap cahaya dari tenda-tenda pengunjung di perbukitan. Tren tektok atau mendaki cepat ini sedang sangat diminati anak muda," jelas Giffari.

Amaq Ici, pengelola penginapan lainnya, mengaku sempat kewalahan melayani tamu yang datang tanpa melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved