Senin, 1 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Lebaran 2026

Tanggal Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda? Cek Hasil Sidang Isbat 19 Maret

Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu hasil Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1447 H

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/LAELATUNNI'AM
SIDANG ISBAT - Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 1445 H di pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Minggu (10/3/2024). Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu hasil Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1447 H. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu hasil Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1447 H.
  • Sidang isbat menjadi forum penting yang mempertemukan unsur pemerintah, ulama, pakar astronomi, serta organisasi kemasyarakatan Islam dalam rangka menghasilkan keputusan yang komprehensif.

TRIBUNLOMBOK.COM - Sidang Isbat (penetapan) 1 Syawal 1447 H akan digelar pada 19 Marer 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 Hijriyah.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah pada Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat mengatakan sidang isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan hijriah, termasuk awal Syawal yang menandai Hari Raya Idul Fitri. 

Proses penetapan dilakukan melalui musyawarah dengan mempertimbangkan data hisab (perhitungan astronomi) serta hasil rukyatul hilal (pengamatan hilal) dari berbagai wilayah di Indonesia.

Arsad menjelaskan bahwa sidang isbat menjadi forum penting yang mempertemukan unsur pemerintah, ulama, pakar astronomi, serta organisasi kemasyarakatan Islam dalam rangka menghasilkan keputusan yang komprehensif dan dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia.

Baca juga: Hasil Sidang Isbat 19 Maret 2026 Menentukan Lebaran antara 20 Maret atau 21 Maret

“Sidang isbat merupakan ruang musyawarah yang mempertemukan data hisab dan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Pemerintah berharap keputusan yang dihasilkan dapat menjadi pedoman bersama bagi masyarakat,” ujar Arsad di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Arsad mengatakan bahwa perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan hijriah merupakan bagian dari dinamika yang telah lama dikenal dalam praktik keilmuan Islam. 

Pemerintah menghormati metode yang digunakan oleh berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dalam menetapkan kalender ibadah.

Meski demikian, Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu hasil Sidang Isbat.

“Pemerintah mengajak masyarakat untuk menunggu keputusan Sidang Isbat sebagai rujukan bersama dalam penetapan awal Syawal," papar Arsad.

Data Hisab Hilal dan Sudut Elongasi

Berdasarkan data hisab yang dihimpun Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. 

Pada saat rukyatul hilal dilakukan pada hari yang sama, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik, serta sudut elongasi berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.

Untuk memverifikasi data tersebut, Kementerian Agama bersama berbagai pihak akan melaksanakan rukyatul hilal di berbagai titik pemantauan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. 

Pelaksanaan rukyat melibatkan kantor wilayah Kementerian Agama, Kementerian Agama kabupaten/kota, peradilan agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait di daerah.

Hasil rukyatul hilal dari seluruh wilayah Indonesia bersama data hisab posisi hilal akan dimusyawarahkan dalam Sidang Isbat untuk ditetapkan awal Syawal 1447 H. 

Keputusan tersebut akan diumumkan kepada masyarakat sebagai pedoman bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved