Cekcok Pemudik di Pelabuhan
Viral Video Cekcok Pengguna Mudik Gratis Ribut dengan Petugas di Pelabuhan Kayangan
Para pemudik merasa diperlakukan tidak adil dan didiskriminasi hanya karena mereka naik bus program mudik gratis.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Para pemudik merasa diperlakukan tidak adil dan didiskriminasi hanya karena mereka naik bus program mudik gratis.
- Menurut penjelasan awal, masalah bermula ketika rombongan bus gratis ingin naik ke kapal secara bersamaan.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Suasana mudik Lebaran di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak memanas.
Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan ketegangan antara pemudik pengguna bus gratis dengan petugas pelabuhan.
Para pemudik merasa diperlakukan tidak adil dan didiskriminasi hanya karena mereka naik bus program mudik gratis.
Para penumpang menunggu selama 4 jam, para petugas Dinas Perhubungan (Dishub) NTB menyebut biaya penyeberangan belum dibayar, dalam video yang dibagikan akun Instagram @mbojoinside.id.
Kericuhan antara peserta program mudik gratis rute Mataram-Bima dengan petugas Dishub NTB di Pelabuhan Kayangan terjadi pada Sabtu (14/3/2026) sore.
Baca juga: Gubernur Iqbal Lepas 375 Peserta Mudik Gratis Tujuan Pulau Sumbawa
Video yang dilaporkan @arifrizalmuhaimin yang merupakan Ketua Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) kepada @mbojoinside menyebut para peserta mudik gratis mengaku telah menunggu antrean selama 3 hingga 4 jam di pelabuhan tanpa kepastian keberangkatan.
"Peserta mempertanyakan keterlambatan proses penyeberangan bus mudik gratis tersebut. Dari penjelasan pihak Dishub, keterlambatan terjadi karena biaya penyeberangan bus gratis disebut belum ditransfer Pemerintah Provinsi NTB sehingga pembayaran penyeberangan belum dapat diproses," ujarnya dikutip dari rekaman video yang beredar.
Urutan Menyeberang
Kapolsek Pelabuhan Kayangan Ipda Iman Arshyafdi Ismail meluruskan bahwa kejadian ini bukanlah keributan besar seperti yang digambarkan di medsos.
"Iya tadi sempat ada cekcok, tapi itu murni miskomunikasi. Tidak ada ribut besar, situasi aman dan kondusif kok," ujarnya saat dikonfirmasi TribunLombok.com
Menurut penjelasan awal, masalah bermula ketika rombongan bus gratis ingin naik ke kapal secara bersamaan.
Namun, dari pihak pelayaran hanya mengizinkan dua bus untuk masuk karena keterbatasan muatan.
"Busnya ingin naik sama-sama, tapi kapal hanya muat dua. Jadi yang lain harus sabar antre sesuai urutan," tambahnya.
Kepadatan Antrean
General Manager (GM) ASDP cabang Kayangan Lombok Timur, Erlisetya Wahyudi menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus terhadap jenis kendaraan atau program mudik gratis.
"Berdasarkan keterangan petugas di lapangan dari Dinas Perhubungan, proses pemuatan dilakukan berdasarkan urutan kedatangan kendaraan di area pelabuhan. Kami tetap mempertimbangkan kondisi kepadatan operasional saat itu. Semua pengguna jasa dilayani sesuai ketentuan, tidak pandang bulu," tegas Erlisetya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/cekcok_mudik_3493838jpg.jpg)