Opini
Lebaran Topat dan Ingatan: Menjaga Makna di Tengah Perubahan
Lebaran Topat bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga pedoman nilai untuk menghadapi kehidupan masa kini.
Dengan demikian, Lebaran Topat bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga pedoman nilai untuk menghadapi kehidupan masa kini.
Lebaran Topat adalah lebih dari sekedar tradisi. Ia adalah cara masyarakat Sasak memahami kehidupan, tentang keseimbangan, kebersamaan, dan hubungan dengan Allah.
Menjaga tradisi ini bukan hanya soal mempertahankan ritual, tetapi menjaga nilai di dalamnya. Agar ketupat tidak hanya hadir di tangan, tetapi juga hidup dalam pemahaman.
Di tengah perubahan zaman, pertanyaan yang perlu kita ajukan bukan apakah tradisi ini masih ada, tetapi: apakah kita masih mengingat maknanya?
Sebab ketika ingatan itu hilang, yang tersisa bukan lagi tradisi yang hidup, melainkan sekedar perayaan yang kehilangan arah.
Dan di situlah kita tidak hanya kehilangan makna Lebaran Topat, tetapi juga kehilangan sebagian dari diri kita sendiri.
| Ketika Angka Ketimpangan Gender Turun, Mengapa Perempuan NTB Masih Tertinggal? |
|
|---|
| Menolak Kereta Gantung Rinjani, Menjaga Harga Sebuah Keaslian |
|
|---|
| Insentif Kendaraan Listrik : Dari Kebijakan Nasional ke Praktik Daerah |
|
|---|
| Daycare dan Luka yang Tak Terlihat: Adakah yang Gagal pada Pedagogi Kita? |
|
|---|
| NTB Kunci Teluk Saleh: Wisata Tumbuh, Ekologi Tetap Lestari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Khalik-AK-26.jpg)