Rabu, 15 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Opini

Januari 2026: Kegelapan Venezuela dan Dunia Makin Cepat

Peristiwa di Venezuela pada 3 Januari 2026 ini harus dipahami melalui lensa sejarah panjang intervensi Amerika Serikat di Amerika Latin.

Editor: Laelatunniam
Dok.Istimewa
Salman Faris merupakan dosen Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia dan pengarang novel "Tuan Guru". 

Oleh: Salman Faris

TRIBUNLOMBOK.COM - Peristiwa di Venezuela pada 3 Januari 2026 ini harus dipahami melalui lensa sejarah panjang intervensi Amerika Serikat di Amerika Latin dan wilayah lain di dunia ketiga.

Chomsky telah mendokumentasikan dengan rinci bagaimana Amerika Serikat secara sistematis menghancurkan pemerintahan yang berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat sendiri jika upaya tersebut mengancam keuntungan perusahaan transnasional.

Kasus Venezuela tidak berbeda dengan kasus Guatemala pada tahun 1954, Chile pada tahun 1973 atau Nikaragua pada tahun 1980-an. Pola yang berulang ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat didorong oleh institusi domestik yang melayani kepentingan modal dan bukan oleh prinsip demokrasi atau kemanusiaan.

Alasan keamanan nasional yang selalu didengungkan oleh Washington hanyalah mitos yang diciptakan untuk menakut-nakuti publik domestik agar mendukung petualangan militer di luar negeri.

Chomsky menjelaskan bahwa istilah keamanan nasional telah kehilangan makna aslinya dan kini hanya menjadi kode untuk melindungi kepentingan investasi global Amerika Serikat dari gangguan nasionalisme lokal.

Dalam konteks Venezuela penguasaan atas cadangan minyak terbesar di dunia adalah motif yang jauh lebih masuk akal daripada ancaman fiktif yang digembar-gemborkan oleh media massa Barat yang patuh.

Peran media massa dan intelektual dalam membenarkan agresi ini juga tidak boleh diabaikan. Chomsky menyoroti bagaimana kelas intelektual yang terdidik seringkali berfungsi sebagai komisaris budaya yang bertugas merumuskan pembenaran moral atas tindakan kejam negara.

Mereka menciptakan narasi bahwa Amerika Serikat bertindak demi kebaikan dunia dan demokrasi padahal fakta di lapangan menunjukkan penghancuran sistematis terhadap demokrasi yang sesungguhnya.

Dalam kasus Venezuela narasi tentang diktator jahat yang harus digulingkan disebarkan secara luas untuk menutupi fakta bahwa tindakan tersebut adalah pelanggaran hukum internasional yang terang-terangan.

Analisis Chomsky mengenai tatanan dunia baru memberikan kerangka kerja yang sangat relevan untuk memahami peristiwa Januari 2026 ini.

Tatanan dunia baru yang diproklamasikan oleh Amerika Serikat pasca Perang Dingin pada dasarnya hanyalah adaptasi dari kebijakan dominasi tradisional terhadap situasi yang berubah. Perubahan taktik mungkin terjadi namun tujuan strategis untuk mengamankan sumber daya dan pasar bagi kepentingan korporasi Barat tetap tidak berubah.

Venezuela menjadi korban terbaru dari ambisi imperial ini dan respon dunia yang terpecah menunjukkan betapa efektif strategi memecah belah dan menaklukkan yang dijalankan oleh kekuatan hegemonik.

Penting untuk dicatat bahwa dalam pandangan Chomsky musuh utama Amerika Serikat di dunia ketiga bukanlah komunisme atau terorisme Islam melainkan nasionalisme independen. Segala bentuk pemerintahan yang memprioritaskan kebutuhan rakyatnya sendiri di atas kepentingan investor asing akan dianggap sebagai ancaman yang harus dinetralisir.

Venezuela di bawah kepemimpinan Maduro yang meneruskan kebijakan pendahulunya yang berorientasi sosial masuk dalam kategori ini. Oleh sebab itu serangan Januari 2026 harus dilihat bukan sebagai insiden terisolasi melainkan sebagai bagian dari pola sejarah yang konsisten dalam upaya Amerika Serikat untuk memaksakan kepatuhan global.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved