Haji 2026
Jelang Puncak Haji, Jemaah Indonesia Diminta Jaga Stamina
Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) mengeluarkan peringatan kepada seluruh jemaah agar tidak menguras tenaga sebelum fase puncak tiba.
Ringkasan Berita:
- Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) mengeluarkan peringatan kepada seluruh jemaah agar tidak menguras tenaga sebelum fase puncak tiba.
- Kemenhaj memberikan perhatian khusus kepada tiga kelompok yang dinilai paling membutuhkan pendampingan intensif jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi komorbid.
TRIBUNLOMBOK.COM — Jemaah haji Indonesia kini bersiap menghadapi fase paling berat dalam rangkaian puncak ibadah haji yakni wukuf di Arafah, dilanjutkan mabit di Muzdalifah, dan melempar jumrah di Mina.
Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) mengeluarkan peringatan kepada seluruh jemaah agar tidak menguras tenaga sebelum fase puncak tiba.
Peringatan itu disampaikan seiring meningkatnya suhu udara di Makkah dan Madinah yang kini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
Kondisi ini rentan bagi jemaah haji lanjut usia, memiliki penyakit penyerta, atau berstatus penyandang disabilitas.
"Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya. Utamakan ibadah wajib, kurangi aktivitas yang menguras fisik, dan segera laporkan jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun," tegas Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha di Makkah, Minggu (10/5/2026).
Baca juga: Idul Adha 2026 Kapan? Simak Hasil Sidang Isbat Kemenag 17 Mei
Tiga Kelompok Paling Rentan
Kemenhaj memberikan perhatian khusus kepada tiga kelompok yang dinilai paling membutuhkan pendampingan intensif jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi komorbid.
Ketiga kelompok ini diminta untuk tidak menempuh perjalanan mandiri di luar program resmi, selalu berada dalam jangkauan petugas, dan aktif berkoordinasi dengan tim kesehatan yang tersebar di setiap titik layanan.
"Layanan kesehatan kami siaga 24 jam, tetapi keberhasilan menjaga kesehatan sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah sendiri. Jangan menunda melapor jika merasa tidak sehat," ujar Ichsan.
Catatan terkini menunjukkan 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Sementara itu, hingga Sabtu (9/5/2026), tercatat 23 jemaah Indonesia telah wafat di Tanah Suci tiga di antaranya meninggal pada hari yang sama dan ketiganya perempuan yakni Rodiyah Wayan dari Kabupaten Tegal (Jawa Tengah), Kamariah Dul Tayib dari Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur), dan Nursidah Sinrang Sijarra dari Kabupaten Gowa (Sulawesi Selatan).
Memasuki hari ke-20 operasional haji 1447 H/2026 M, sebanyak 323 kelompok terbang (kloter) dengan total 125.243 jemaah dan 1.289 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Dari jumlah itu, 204 kloter dengan 78.946 jemaah telah bergerak dari Madinah menuju Makkah untuk menunaikan umrah wajib.
Kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah masih terus berlangsung, dengan 47 kloter membawa 17.861 jemaah yang telah tiba. Adapun 3.266 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.
Kepada jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Jeddah, Kemenhaj secara khusus mengingatkan kewajiban mengenakan kain ihram sejak di embarkasi tanah air, karena pengambilan miqat dilakukan dalam perjalanan menuju Arab Saudi.
"Kepatuhan kecil seperti mengenakan ihram sesuai ketentuan adalah bagian dari disiplin ibadah. Kami berharap seluruh jemaah mengikuti arahan petugas agar seluruh rangkaian ibadah berjalan sah, tertib, dan nyaman," kata Ichsan.
(*)
| Titik Rawan Kesasar Jemaah Haji Indonesia di Masjidil Haram |
|
|---|
| Tenda Jemaah di Arafah Rampung H-5 Puncak Haji, Apa Saja Fasilitasnya? |
|
|---|
| Jemaah Haji Dilarang Jemur Pakaian di Rooftop oleh Pihak Hotel |
|
|---|
| Fasilitas Jemaah Haji di Armuzna: Perlengkapan Tidur, CCTV 254 Jam, AC, hingga Kasur Baru |
|
|---|
| 19 Hari Operasional Haji: 20 Jemaah Wafat, 77 Orang Dirawat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/tawaf_jemaah_haji_masjidil_haram_202028.jpg)