Pesan Ramadan
Puasa dan Konstruksi Identitas
Ramadan dan ibadah puasa wajib yang dilaksanakan di dalamnya adalah momentum yang tepat untuk mengkonstruksi identitas baru.
Jika suatu identitas sudah ditetapkan maka tugas kita adalah merawatnya lewat menampilkan citra diri yang relevan dan dijadikan sebagai guideline dalam interaksi sosial sehingga identitas tersebut menjadi karakter. Dalam proses konstruksi identitas, karakter menjadi tahapan akhir dari proses panjang yang dilewati.
Pembentukan identitas diawali dari pemikiran, dimana sesuatu yang terus dipikirkan akan mendorong kita selalu mengucapkannya. Ucapan yang terus menerus didengungkan akan mengantarkan seseorang pada level action (tindakan). Jika tidakan selalu terulang maka akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan yang terus menerus dilakukan akan berpotensi menjadi karakter.
Baca juga: Komodifikasi Ramadan di Layar Kaca
Pada level terakhir inilah identitas seseorang semakin dikokohkan secara internal dan dilabeli secara eksternal oleh orang lain. Identitas takwa, jujur, empati, dan dermawan yang telah dikonstruksi dalam ibadah puasa di bulan Ramadan diharapkan menjadi karakter yang selamanya ditunjukkan oleh pemilik identitas. Aamiin…
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kadri-Prof.jpg)