Pesan Ramadan
Ramadan dan Momentum Revitalisasi Peran Masjid
Mendorong revitalisasi peran sosial masjid sama dengan membawa masjid dalam pusaran persoalan sosial untuk dijadikan sebagai wadah konsolidasi.
Ada keuntungan ganda yang diperoleh jika masjid dijadikan sebagai pusat konsolidasi dan aksi pelestarian lingkungan; melahirkan komunitas cinta/pelestari sekaligus pelindung/penjaga lingkungan.
Mendorong masjid sebagai pusat literasi, konsolidasi dan aksi ekologi merupakan bantuk pendekatan alternatif yang dinilai efektif dalam pelestarian lingkungan. Krisis ekologi global yang ditandai dengan perubahan fungsi hutan, iklim yang berubah, serta keanekaragaman hayati yang rusak, mendorong perlunya pendekatan pelestarian lingkungan yang tidak hanya bertumpu pada instrumen hukum dan teknologi, tetapi juga pada aspek sosial dan budaya.
Masyarakat NTB dikenal sebagai komunitas religius yang mayoritas beragama Islam, sangat mungkin memanfaatkan masjid sebagai pusat literasi, konsolidasi dan aksi pelestarian lingkungan.
Sebagai pusat literasi, konsolidasi dan aksi pelestarian lingkungan, masjid harus disupport oleh sumber daya yang memiliki komitmen dan kesadaran ekologi karena merekalah yang memiliki otoritas yang lebih dalam mengeksekusi agenda-agenda pelestarian lingkungan di wilayahnya.
Revitalisasi fungsi ekologi masjid seperti ini harus diarahkan kepada terwujudnya Green Mosque, yakni masjid yang memiliki komitmen dalam pelestarian lingkungan, yang tercermin dari program ibadah ritual maupun ibadah sosial yang dilaksanakannya.
Apalagi agenda green mosque diselaraskan dengan konsep dan gerakan ekoteologi yang saat ini sedang didorong oleh Kementerian Agama, dan dikaitkan dengan salah satu (dari 17 program prioritas Presiden Prabowo) yakni; “Menjamin pelestarian lingkungan hidup”. Semoga…
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kadri-Prof.jpg)