Pesan Ramadan
Puasa dan Spirit Perdamaian Dunia
Puasa mengajarkan tradisi dan budaya non kekerasan di level mikro atau individual. Spirit ini harusnya menjadi perisai bagi para pemimpin dunia.
Sebagian besar umat Islam terjebak pada dukungan emosional pada Iran untuk terus melawan sembari menghujat Israel-AS. Sangat kurang kelompok-kelompok Muslim yang menyerukan perdamaian dan gencatan senjata di tengah suasana perang yang sedang berlangsung.
Di samping itu, gerakan kemanusiaan juga harus disuarakan untuk mendorong masyarakat global peduli dengan isu kemiskinan ketimbang persoalan perang yang hanya akan memperparah permasalahan kemanusiaan. Maka tidak heran jika Plato dan Cicero dalam teori Just War-nya mengingatkan bahwa keputusan negara dalam konflik (termasuk perang) wajib membela nilai moral yang penting seperti nilai kemanusia dengan tidak melanggar hak asasi manusia dan menghilangkan nyawa.
Umat Muslim yang sedang berpuasa seharusnya mengakumulasi seluruh sifat sabar, empatik, dan soliditas sosial personal menjadi energi moral kolektif yang dapat menjadi kekuatan global untuk mendorong gerakan kemanusian dan perdamaian global.
Mereka harus menjadi corong untuk menyuarakan solidaritas kemanusiaan dan secara tegas menolak kekerasan dalam bentuk dan alasan apapun. Gerakan-gerakan moral seperti ini memiliki kekuatan jangka panjang yang tidak pernah habis dan pudar seperti kekuatan senjata.
Puasa mengajarkan nilai kemanusiaan universal, dengan mengedepankan spirit kasih sayang tanpa membedakan agama dan bangsa, dan saling menguatkan atas nama kemanusiaan, bukan saling melemahkan apalagi saling membunuh seperti yang terjadi dalam arena perang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kadri-Prof.jpg)