Imlek 2026
Imlek di Ampenan: Potret Harmoni di Bawah Naungan Kuda Api
Tahun Kuda Api memiliki makna tersendiri dalam penanggalan Kongzili yang hadir dalam siklus 60 tahun
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Tahun Kuda Api memiliki makna tersendiri dalam penanggalan Kongzili yang hadir dalam siklus 60 tahun.
- Kuda Api dikaitkan dengan energi, kebebasan, kemandirian, kecepatan, serta ambisi.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Sejak pagi, halaman Klenteng Po Hwa Kong di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, telah dipenuhi warna merah dan aroma dupa yang mengepul pelan.
Denting lonceng dan bisik doa bersahut-sahutan menandai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa (17/2/2026).
Umat Khonghucu datang silih berganti. Melangkah tertib memasuki ruang sembahyang, menyalakan hio, menangkupkan tangan di depan dada.
Wajah-wajah penuh harap larut dalam doa, memohon kesehatan, kelancaran rezeki, dan kedamaian di tahun yang diyakini sebagai tahun Shio Kuda Api.
Baca juga: Warga Padati Klenteng Po Hwa Kong Ampenan, Berharap Berkah Angpao Imlek
Berburu Angpao
Di luar pintu gerbang klenteng, suasana tak kalah hidup. Sejumlah anak-anak penduduk sekitar duduk berderet, menanti keberuntungan kecil dalam balutan amplop merah.
Tawa mereka sesekali pecah, meski hingga menjelang siang belum satu pun angpao berpindah tangan.
“Belum ada yang ngasih kita ini,” ujar Jaykanaeru, seorang warga lokal yang tinggal di sekitar klenteng. Sejak pagi ia setia menunggu.
Jay bukan keturunan Tionghoa. Namun setiap Imlek tiba, ia ikut merasakan getaran harapan yang sama. Baginya, pergantian tahun adalah momentum menata doa dan keinginan.
“Mudah-mudahan semuanya semakin baik, diberikan kesehatan, diberikan kemudahan dalam segala urusan,” katanya lirih.
Meski mengaku jumlah angpao yang diterima tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, anak-anak itu tetap sabar. Memahami, Imlek bukan semata soal amplop merah, melainkan tentang berbagi kebahagiaan sekecil apapun bentuknya.
Tahun Kuda Api
Klenteng Pao Hwa Kong berdiri di kawasan Kota Tua Ampenan, menjadi saksi bisu kejayaan pelabuhan Ampenan sebagai pusat ekonomi Pulau Lombok di masa lampau.
Bangunan berarsitektur khas Tionghoa itu tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang perjumpaan lintas budaya yang telah terjalin puluhan tahun.
Pengurus Klenteng Pao Hwa Kong Mataram, Tandika Jayanata, mengatakan Tahun Kuda Api memiliki makna tersendiri dalam penanggalan Kongzili.
Menurutnya, dalam kalender Kongzili, kombinasi shio dan unsur baru akan berulang setiap 60 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/imlek_klenteng_ampenan_393282jpg.jpg)