Imlek 2026
Imlek di Ampenan: Potret Harmoni di Bawah Naungan Kuda Api
Tahun Kuda Api memiliki makna tersendiri dalam penanggalan Kongzili yang hadir dalam siklus 60 tahun
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
“Untuk shio kuda itu 12 tahun sekali, tetapi ada lima unsur, yaitu api, tanah, air, kayu, dan emas atau logam. Jadi 12 shio dikali lima unsur, maka Kuda Api akan kembali setiap 60 tahun,” jelas Tandika.
Secara simbolis, Kuda Api dikaitkan dengan energi, kebebasan, kemandirian, kecepatan, serta ambisi.
Karakter itu diharapkan mampu membawa semangat baru dalam kehidupan masyarakat.
“Seperti shio tahun ini, kita berharap kehidupan kedepan lebih baik. Negara aman dan tentram, perekonomian bagus dan maju, semua sehat walafiat,” ujarnya.
Di tengah doa-doa yang melangit dan anak-anak yang menunggu dengan sabar, Imlek di Ampenan kembali menjadi potret harmoni.
Di bawah naungan Kuda Api, harapan tak hanya milik yang bersembahyang di dalam klenteng, tetapi juga anak-anak yang menanti di ambang pintu menunggu kebahagiaan kecil yang mungkin datang kapan saja.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/imlek_klenteng_ampenan_393282jpg.jpg)