Jumat, 5 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Imlek 2026

Warga Padati Klenteng Po Hwa Kong Ampenan, Berharap Berkah Angpao Imlek

Selain untuk melihat kemeriahan Imlek, warga datang untuk berburu angpao dari para jemaat yang datang beribadah.

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
CARI ANGPAO - Perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Po Hwa Kong Ampenan, Kota Mataram, Selasa (17/2/2026). Selain untuk melihat kemeriahan Imlek, warga datang untuk berburu angpao dari para jemaat yang datang beribadah. 

Ringkasan Berita:
  • Selain untuk melihat kemeriahan Imlek, warga datang untuk berburu angpao dari para jemaat yang datang beribadah.
  • Sejak pagi hari, puluhan warga yang tinggal di sekitar klenteng tampak antusias menyaksikan jalannya ibadah.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Suasana meriah menyelimuti perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Po Hwa Kong Ampenan, Kota Mataram, Selasa (17/2/2026).

Sejak pagi hari, puluhan warga yang tinggal di sekitar klenteng tampak antusias menyaksikan jalannya ibadah.

Masyarakat yang didominasi anak-anak terpantau sudah mulai memadati area sekitar klenteng sejak pukul 08.00 WITA.

Selain untuk melihat kemeriahan Imlek, mereka sengaja datang untuk berburu angpao dari para jemaat yang datang beribadah.

Salah seorang warga sekitar, Jaykanaeru mengungkapkan harapannya agar momen Imlek tahun ini membawa keberkahan bagi semua orang. 

"Pengen sekali saya dapat angpao, semoga Imlek ini memberkati dan kesehatan, serta semoga rezekinya melimpah,” ucapnya.

Baca juga: Penyaluran MBG Tetap Jalan Selama Libur Imlek, Ramadan, dan Lebaran

Antusiasme warga ini juga dipicu besarnya isi angpao. 

Jay mengaku rela bertahan di lokasi dari jam 8 hingga jam 11 siang.

“Saya dapat cerita dari teman-teman kalau di sini dapat angpao, dan satu amplopnya itu bisa dapat Rp100 - Rp20 ribu,” ungkapnya.

Ibadah Tetap Khusyuk

Sekretariat Klenteng Po Hwa Kong, Wayan Murdiasa, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan rutin setiap tahun.

Pihak klenteng sendiri bersikap toleran dan tidak melarang keberadaan warga tersebut selama tidak mengganggu kekhusyukan ibadah di dalam klenteng.

“Dia tunggu angpao itu setiap tahun memang seperti itu. Kalau dia masuk terganggu, kalau di luar ndak. Dan ndak pernah kita larang,” jelasnya.

Senada dengan Wayan, salah seorang Jamaat asal Cakranegara, Dwita merasa kehadiran warga justru menambah semarak suasana Imlek.

Menurutnya, selama ketertiban tetap terjaga, kehadiran masyarakat sekitar bukan masalah.

“Selama tidak mengganggu ibadah di sini kita ndak merasa gimana-gimana, malah seru aja lihat mereka,” tutup Dwita.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved