Senin, 1 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Ritual Betabeq Sambut Pocari Sweat Run Lombok 2026

Ritual Betabeq digelar di Desa Adat Ende sebagai tradisi masyarakat Sasak untuk memohon keselamatan dan restu menjelang Pocari Sweat Run Lombok.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
Diskominfotik NTB
POCARI RUN - Ritual Betabeq digelar di Desa Adat Ende sebagai tradisi masyarakat Sasak untuk memohon keselamatan dan restu menjelang pelaksanaan Pocari Sweat Run Lombok 2026 pada 11–12 Juli. 

Ringkasan Berita:
  • Ritual Betabeq digelar di Desa Adat Ende sebagai tradisi masyarakat Sasak untuk memohon keselamatan dan restu menjelang pelaksanaan Pocari Sweat Run Lombok 2026 pada 11–12 Juli.
  • Pemprov NTB menegaskan sport tourism harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal, sehingga event internasional tetap menghormati adat, melibatkan masyarakat, dan memperkuat identitas Sasak.

TRIBUNLOMBOK.COM - Nuansa adat dan semangat olahraga berpadu dalam Ritual Betabeq yang digelar di Desa Adat Ende, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan masyarakat adat Sasak tersebut menjadi bentuk penghormatan budaya sekaligus doa bersama menyambut pelaksanaan Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang akan berlangsung pada 11–12 Juli mendatang.

Ritual Betabeq merupakan tradisi masyarakat Sasak yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk permohonan izin, restu, keselamatan, dan perlindungan kepada Allah SWT sebelum melaksanakan kegiatan penting. Tradisi ini juga menjadi simbol penghormatan kepada alam, masyarakat, serta nilai-nilai leluhur yang membentuk identitas budaya Sasak hingga saat ini.

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua Ritual Betabeq dalam rangka menyambut Pocari Sweat Run Lombok. Tradisi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB agar setiap event berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di daerah tetap menghormati budaya lokal, melibatkan masyarakat adat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah NTB, H. Abdul Chair, menegaskan bahwa pembangunan pariwisata dan penyelenggaraan event internasional di NTB harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal.

Dijelaskan, Ritual Betabeq bukan sekadar prosesi adat, tetapi merupakan representasi nilai-nilai luhur masyarakat Sasak yang menjunjung tinggi penghormatan, penerimaan, persaudaraan, dan doa keselamatan bagi setiap tamu yang datang ke Bumi Gora.

“Kita tidak hanya berkumpul menyambut sebuah event olahraga besar, tetapi mempertemukan semangat olahraga dengan kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat NTB melalui Ritual Betabeq,” ujar Abdul Chair membacakan sambutan gubernur.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Sasak, Betabeq mengandung makna menyambut tamu dengan hati terbuka serta mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh pihak yang hadir.

“Kita ingin menyampaikan pesan sederhana kepada seluruh tamu yang datang ke NTB: datanglah sebagai tamu dan pulanglah sebagai keluarga,” katanya.

Menurut gubernur, kekuatan NTB tidak hanya terletak pada keindahan alam dan keberhasilan menghadirkan berbagai event internasional, tetapi juga pada budaya, keramahan masyarakat, serta nilai-nilai kebersamaan yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kalau olahraga menguatkan fisik, maka budaya menguatkan jiwa. Ketika keduanya bertemu, lahirlah persaudaraan yang akan dikenang sepanjang masa,” tegas Abdul Chair menyampaikan pesan Gubernur.

Pemprov NTB juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok. Menurutnya, event tersebut tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, pariwisata, UMKM, transportasi, hingga perhotelan.

Sementara itu, Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi NTB yang menghadirkan Ritual Betabeq sebagai ruang memperkuat hubungan antara penyelenggara event dengan masyarakat lokal.

“Tahun 2026 merupakan tahun kedua Pocari Sweat Run Lombok. Tahun lalu peserta mencapai 8.400 pelari dan sekitar 70 persen berasal dari luar Lombok,” ungkapnya.

Menurut Puspita, kehadiran para pelari bersama keluarga dan pendampingnya memberikan dampak ekonomi yang signifikan karena mereka menginap, berwisata, menikmati kuliner, dan berbelanja produk UMKM lokal.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved