Senin, 1 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Penyebab Lombok Dingin, Suhu Terendah Capai 17,5 Derajat Celsius

Suhu udara di NTB, khususnya Lombok, terasa lebih dingin hingga 17,5°C akibat masuknya Monsun Australia berdasarkan data BMKG BIZAM.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
SHUTTERSTOCK
SUHU UDARA - Ilustrasi. Suhu udara di NTB, khususnya Lombok, terasa lebih dingin hingga 17,5°C akibat masuknya Monsun Australia berdasarkan data BMKG BIZAM. 
Ringkasan Berita:
  • Suhu udara di NTB, khususnya Lombok, terasa lebih dingin hingga 17,5°C akibat masuknya Monsun Australia berdasarkan data BMKG BIZAM.
  • Penurunan suhu dipicu minimnya awan dan rendahnya kelembaban udara, sehingga panas bumi cepat hilang pada malam hingga pagi hari.

TRIBUNLOMBOK.COM,​MATARAM – Masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Pulau Lombok, merasakan suhu udara yang jauh lebih dingin dari biasanya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena ini dipicu oleh masuknya Monsun Australia ke wilayah NTB.

​Berdasarkan pengamatan di stasiun cuaca Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), suhu minimum bahkan sempat menyentuh angka 17,5°C pada Sabtu (30/5/2026).

​Prakirawan Cuaca (Forecaster on Duty) BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II BIZAM menjelaskan, ada tiga faktor utama yang menyebabkan penurunan suhu yang cukup drastis ini, terutama pada malam hingga pagi hari.

​1. Minimnya Tutupan Awan

​Pada siang hingga sore hari, tutupan awan di langit NTB terpantau sangat minim. Akibatnya, panas matahari diserap langsung oleh bumi. Namun pada malam hari, ketiadaan awan membuat panas tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer dengan sangat cepat (radiasi balik) tanpa ada penghalang.

​2. Rendahnya Kelembaban Udara

​Kelembaban udara yang rendah membuat permukaan bumi tidak mampu menahan panas lebih lama setelah matahari terbenam. Kondisi ini mempercepat penurunan suhu di permukaan karena udara dingin dari lapisan atmosfer atas menjadi lebih mudah turun.

​3. Angin Monsun Australia

​Wilayah NTB saat ini telah sepenuhnya memasuki periode Monsun Australia. Pergerakan angin dari Benua Kangguru ini membawa massa udara yang bersifat kering dan dingin, yang secara signifikan mendukung kondisi cuaca dingin di wilayah NTB belakangan ini.

Fenomena ini merupakan hal yang lumrah terjadi saat wilayah NTB mulai memasuki musim kemarau, di mana karakteristik udaranya cenderung lebih kering dan suhu pada malam hari akan terasa lebih dingin atau yang sering dikenal masyarakat sebagai fenomena bediding.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved