Jumat, 10 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita NTB

BGN Larang SPPG Beri Menu Berkuah, Antisipasi Keracunan MBG

BGN melarang SPPG memberikan makanan berkuah kepada penerima manfaat atau sasaran makan bergizi gratis (MBG) karena rentan terdapat bakteri

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
INVESTIGASI SPPG - Kepala SPPG Wilayah NTB, Eko Prasetyo saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Jumat (13/2/2026). BGN melarang SPPG memberikan makanan berkuah kepada penerima manfaat atau sasaran makan bergizi gratis (MBG) karena rentan terdapat bakteri. 
Ringkasan Berita:
  •  Investigasi terhadap insiden keracunan di sejumlah sekolah di NTB usai mengonsumsi MBG.
  • BGN mencatat kasus keracunan akibat bakteri terdapat di menu berkuah. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan setiap ada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah akan langsung diberhentikan sementara untuk dilakukan investigasi.

Kepala SPPG wilayah NTB Eko Prasetyo menyampaikan, investigasi ini terhadap insiden keracunan di sejumlah sekolah.

"Kita berhentikan sementara dulu, untuk dilakukan investigasi, sampel-sampel kita uji lab kemungkinan itu bisa memakan waktu seminggu," kata Eko, Kamis (13/2/2026). 

Eko tak ingin berandai-andai terkait dengan peristiwa keracunan sebelum ada hasil investigasi dari tim BGN. 

dia mengatakan ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab, seperti sumber daya manusia (SDM) dan prosedur pendistribusian. 

"Nanti kita tunggu hasil investigasi saja ya, apa permasalahan bisa saja dari bahan baku, banyak hal dan faktor yang menjadi penyebab," kata Eko. 

Baca juga: Siswa SD di Lombok Utara Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG, Ombudsman Turun Investigasi

Dari kasus-kasus sebelumnya kata Eko, penyebab siswa keracunan itu dari bakteri. 

Inilah alasannya BGN melarang SPPG memberikan makanan berkuah kepada penerima manfaat atau sasaran makan bergizi gratis (MBG). 

"Seperti bakso, mie ayam, santan-santan kita sudah memberikan instruksi kepada SPPG, petugas gizi untuk meminimalisir kalau bisa jangan menggunakan yang berkuah," tegas Eko. 

Saat ini ada 21 dapur SPPG di semua kabupaten/kota di NTB yang dihentikan sementara operasionalnya karena bermasalah.

Rinciannya yakni di Kabupaten Lombok Timur empat SPPG, kemudian Lombok Tengah satu, Lombok Barat satu, Sumbawa tiga, Dompu tiga

Kabupaten Bima empat, Sumbawa Barat dua, Lombok Utara dua, dan Kota Mataram satu. 

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved