Jumat, 24 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita NTB

Gili Trawangan hingga Kawasan Serading Dibidik untuk Genjot PAD

Pemprov NTB mengoptimalkan aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah pemangkasan dana pusat.

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
TribunLombok.com/Laelatunni'am
Aktivitas berkuda juga bisa dinimati untuk merasakan sensasi berbeda untuk menikmati liburan di Gili Trawangan. Pemprov NTB mengoptimalkan aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah pemangkasan dana pusat, salah satunya aset di Gili Trawangan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov NTB mengoptimalkan aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah pemangkasan dana pusat, melalui perombakan tata kelola dan hilirisasi aset potensial.

  • Langkah ini diperkuat dengan peningkatan SDM, sertifikasi aset, serta kolaborasi lintas daerah guna mendukung program pengentasan kemiskinan, stunting, dan ketahanan pangan.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki saat ini, guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di tengah pemangkasan dana transfer pusat ke daerah (TKD). Langkah ini diambil guna mendukung kemandirian fiskal daerah.

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Pemprov NTB melakukan perombakan besar-besaran pada tata kelola aset daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala BKAD NTB, Nursalim menegaskan bahwa pihaknya kini berperan sebagai pilar krusial untuk menjaga agar program strategis daerah tetap berjalan sesuai rencana (on the track). 

BKAD juga berfungsi sebagai perpanjangan tangan pusat dalam mengevaluasi APBD di 10 kabupaten/kota agar selaras dengan "Triple Agenda".

“Kami memastikan 10 kabupaten/kota berada dalam satu gerbong. Dengan intervensi bersama, beban pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan stunting akan terasa lebih ringan karena dikeroyok bersama melalui satu kebijakan,” ujar Nursalim.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah aset-aset potensial yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal bagi PAD. BKAD kini membidik sejumlah aset untuk program hilirisasi guna menciptakan efek berganda (multiplier effect).

Baca juga: Tingkatkan PAD, Pemprov NTB Hitung Nilai 50 Aset Daerah untuk Disewakan

Beberapa titik fokus tersebut meliputi, Kawasan Serading (Sumbawa), Lahan milik Dinas Peternakan akan dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui program hilirisasi.

Kemudian Gili Trawangan, BKAD tengah melakukan koordinasi intensif dengan UPTD Pariwisata untuk memastikan pengelolaan aset di kawasan internasional tersebut lebih profesional dan bernilai tambah tinggi.

Untuk sektor lainnya BKAD sedang melakukan pemetaan potensi juga dilakukan pada aset di Dinas Perikanan dan Kelautan, Pertanian, hingga sektor Pertambangan dan Lingkungan Hidup.

Selama bertahun-tahun, kendala utama optimalisasi aset di NTB adalah minimnya tenaga ahli penilai (appraiser). Sebelumnya, ribuan persil aset daerah hanya ditangani oleh satu orang penilai.

Mengatasi hal tersebut, Nursalim telah mengirimkan SDM terbaik untuk dididik langsung oleh kementerian terkait. 

"Saat ini kita sudah memiliki 29 tenaga ahli bersertifikasi. Mereka inilah yang akan melakukan penilaian (appraisal) aset agar kerja sama dengan pihak ketiga berjalan akuntabel," jelasnya.

Dari sisi pengamanan hukum, BKAD bekerja sama dengan Kanwil Pertanahan Nasional untuk mengebut sertifikasi lebih dari 200 persil aset yang belum legal dari total 1.663 persil yang ada. Langkah ini krusial untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK yang telah diraih NTB selama 14 kali berturut-turut.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved