Kamis, 23 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Mataram

Kelangkaan LPG dan Antrean BBM di Mataram, Warga Mengeluh Kesulitan Stok

Warga mengaku kesulitan memperoleh LPG di tingkat pengecer, sementara antrean di SPBU terlihat di beberapa lokasi.

TRIBUNLOMBOK.COM
ANTRE BBM - Warga mengantre di pompa bensin SPBU di Jalan Lingkar, Kota Mataram, Rabu (22/4/2026). Warga mengaku kesulitan memperoleh LPG di tingkat pengecer, sementara antrean di SPBU terlihat di beberapa lokasi. 

Ringkasan Berita:
  • Warga mengaku kesulitan memperoleh LPG di tingkat pengecer, sementara antrean di SPBU terlihat di beberapa lokasi.
  • Pedagang LPG menyebut gangguan pasokan sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir.

Laporan Sri Yulianti Baya Kollo 

TRIBUNLOMBOK.COM – Isu keterbatasan gas LPG 3 kilogram dan antrean bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Mataram. 

Warga mengaku kesulitan memperoleh LPG di tingkat pengecer, sementara antrean di SPBU terlihat di beberapa lokasi. 

Meski demikian, pihak SPBU menyebut kondisi distribusi masih relatif stabil.

Seorang konsumen LPG, Burfon (35) harus mencari gas ke beberapa tempat, namun sebagian besar dalam keadaan kosong.

“Kalau tadi malam kosong, dari Sesela kosong, dari BTN Blencong itu kosong. Terus hari ini baru dapat, itu pun di satu toko saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga ditemui di lokasi lain.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik: Bahlil Sebut Ikuti Harga Pasar, Dewan Bilang Keputusan Mendadak

“Barusan saya tanya dua toko, sama-sama kosong,” katanya.

Pedagang LPG di kawasan Bendega Tanjung Karang, Ibu Nurul Jihan, menyebut gangguan pasokan sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir. 

Ia menuturkan jumlah distribusi dari agen menurun cukup signifikan.

“Mungkin dua bulan terakhir ini mulai langka. Kadang dapat stok, kadang tidak,” ungkapnya.

Menurutnya, penurunan pasokan cukup signifikan dibandingkan kondisi normal.

“Mungkin 50 persen penurunan dari stok yang biasanya kita dapat,” jelasnya.

Akibatnya, stok yang diterima pedagang berkurang dan berdampak pada penjualan harian.

“Biasanya kita dapat 10, sekarang cuma dua, jadi pendapatan juga berkurang,” ujarnya.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved