Berita Mataram
15 SPPG yang Di-suspend di Mataram Harus Antre Urus SLHS
Dinas Kesehatan memastikan bahwa prioritas layanan pengurusan SLHS tetap mengikuti sistem antrean
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan memastikan bahwa prioritas layanan tetap mengikuti sistem antrean.
- Waktu proses pengurusan sangat bergantung pada kedisplinan masing-masing pihak dalam mengikuti prosedur.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Sebanyak 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram disanksi suspend atau pembekuan sementara.
Sejumlah SPPG dimaksud sedang mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), alasan yang membuat mereka di-suspend sebelumnya karena tidak memilikinya.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Mataram Emirald Isfihan, menegaskan bahwa tidak ada jalur khusus atau keistimewaan bagi dapur-dapur tersebut.
Emirald menyatakan bahwa pihaknya memperlakukan seluruh pemohon sertifikasi secara adil, baik yang berstatus pendaftar baru maupun penyedia yang sedang dalam masa sanksi.
“Saya tidak memisahkan antara yang di-suspend dengan yang mengurus baru. Jadi kita perlakuan sama,” ucap Emirald setelah dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Pelapor Menu MBG di Lombok Tengah Mengaku Alami Intimidasi dan Tekanan Psikis
Meskipun 15 dapur MBG tersebut menjadi sorotan karena urgensi programnya, Dinas Kesehatan memastikan bahwa prioritas layanan tetap mengikuti sistem antrean.
Emirald menekankan bahwa waktu proses pengurusan sangat bergantung pada kedisplinan masing-masing pihak dalam mengikuti prosedur.
“Siapa yang mengurus, ya kita mengikuti alur prosedur pengurusannya. Siapa yang ngurus duluan, itu yang akan kita layani duluan,” tegasnya.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar SLHS di Kota Mataram mencakup berbagai dapur baru dan lama.
Emirald menyatakan siap memberikan dukungan penuh, mulai dari pelatihan hingga pemeriksaan sampel di laboratorium.
Namun, dia mensyaratkan adanya keaktifan dari pihak pemohon.
“Yang penting siapa yang meminta aktif melakukan pendampingan, pelatihan, kemudian pemeriksaan sampel sampai dengan penerbitan SLHSnya, kami akan layani,” tuturnya.
Emirald memberikan peringatan keras yang ditujukan kepada Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG).
Ia berharap insiden penangguhan 15 dapur ini menjadi cermin bagi seluruh pihak agar lebih serius memperhatikan standar sanitasi sejak dini.
“Ini pelajaran juga buat SPPG jangan meremehkan SLHS,” pungkasnya.
(*)
| Siswi di Mataram Diduga Jadi Korban Perundungan, Orang Tua Tuntut Permintaan Maaf-Ketegasan Sekolah |
|
|---|
| Kedai Kopi di Mataram Dilahap Si Jago Merah, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta |
|
|---|
| Pemkot Mataram Mulai Berhemat, Timang Opsi Pangkas Belanja Pegawai |
|
|---|
| Kerugian Kebakaran Gudang Oli di Mataram Ditaksir Capai Rp2 Miliar |
|
|---|
| Gudang Oli di Mataram Ludes Terbakar: Diduga karena Korsleting, Kerugian Ditaksir Capai Rp2 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/emirald_mataram_29282.jpg)