Selasa, 9 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Hampir Gagal Jadi Mahasiswa Unram, Deswita Dapat Kuliah Gratis Setelah Dikunjungi Dirjen Dikti

Deswita Aulia Putri yang sempat terancam gagal kuliah karena tidak lolos KIP Kuliah akhirnya dipastikan dapat melanjutkan pendidikan di Unram.

Tayang:
Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM
PENDIDIKAN - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek bersama Rektor Universitas Mataram mengunjungi kediaman Deswita Aulia Putri di Ampenan, Kota Mataram. Deswita merupakan calon mahasiswi yang sempat terancam gagal kuliah karena kendala ekonomi itu dipastikan tetap dapat melanjutkan pendidikan di Unram. 

Ringkasan Berita:
  • Deswita Aulia Putri yang sempat terancam gagal kuliah karena tidak lolos KIP Kuliah akhirnya dipastikan dapat melanjutkan pendidikan di Unram.

  • Dirjen Dikti dan Rektor Unram turun langsung mengunjungi kediaman Deswita sebagai bentuk komitmen pemerintah dan perguruan tinggi.

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Mimpi Deswita Aulia Putri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sempat berada di ambang ketidakpastian. Meski dinyatakan lolos di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mataram (Unram) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), keterbatasan ekonomi dan gugurnya bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) membuat langkahnya menuju bangku kuliah hampir terhenti.

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Dr. Khairul Munadi, bersama Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., yang mengunjungi kediaman Deswita di Ampenan, Kota Mataram, Minggu (7/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dan perguruan tinggi untuk memastikan tidak ada calon mahasiswa berprestasi yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi akibat keterbatasan ekonomi.

Deswita diketahui lolos seleksi SNBP Unram, namun tidak dapat menyelesaikan proses registrasi karena terkendala biaya setelah tidak lolos seleksi KIP Kuliah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat impiannya untuk kuliah nyaris pupus.

Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof Khairul Munadi, menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin akses pendidikan tinggi bagi seluruh anak bangsa yang memiliki kemampuan akademik, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Pemerintah hadir untuk membantu dan memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi kurang beruntung dari sisi ekonomi. Jangan sampai ada anak-anak kita yang harus mengubur mimpinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya. Ini menjadi perhatian pemerintah dan juga perhatian khusus Presiden serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Baca juga: UNRAM dan SMP IT Anak Sholeh Mataram Dorong Kesadaran Etika Bermedia Sosial Pada Siswa

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam membantu generasi muda yang menghadapi kendala serupa.

"Kalau ada anak-anak lain yang mengalami kondisi serupa, sampaikan kepada perguruan tinggi. Ini adalah tugas kita bersama. Kami juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk turut membantu anak-anak kita agar dapat meraih pendidikan yang lebih baik," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Khairul mengapresiasi langkah cepat Universitas Mataram yang aktif menelusuri mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi agar tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Rektor Universitas Mataram atas inisiatif dan kepeduliannya untuk mencari dan memastikan mahasiswa-mahasiswa yang menghadapi kondisi seperti ini tetap memperoleh kesempatan untuk kuliah," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Mataram, Prof Sukardi, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan mahasiswa berprestasi tidak kehilangan akses pendidikan akibat keterbatasan biaya.

"Tidak boleh ada anak yang putus kuliah, apalagi mahasiswa yang memiliki prestasi. Pemerintah dan universitas harus hadir untuk membantu," tegasnya.

Berdasarkan hasil verifikasi Universitas Mataram, terdapat 18 calon mahasiswa jalur SNBP yang tidak melakukan daftar ulang karena alasan ekonomi. Seluruhnya akan difasilitasi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

"Dari 18 mahasiswa yang tidak daftar ulang karena keterbatasan ekonomi, semuanya akan kami bantu untuk tetap melanjutkan kuliah. Untuk Deswita, kami akan mengakomodasi melalui jalur mandiri dengan biaya pendidikan nol rupiah. Kuota jalur mandiri akan kami kurangi satu agar ia tetap bisa bergabung menjadi mahasiswa Unram," jelas Prof. Sukardi.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved