Mohan-TGH Mujib Lepas JCH Kecamatan Sekarbela dengan Tradisi Nyimpenan
Tradisi ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan bentuk rasa syukur dan permohonan berkah.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Tradisi ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan bentuk rasa syukur dan permohonan berkah.
- Dalam acara tersebut, para tokoh agama atau Tuan Guru turut hadir untuk memimpin doa bersama.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Warga Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram menggelar tradisi turun-temurun yang dikenal dengan sebutan Nyimpenan untuk melepas keberangkatan jemaah calon haji (JCH).
Acara ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus ruang bagi masyarakat untuk memberikan doa restu kepada para calon tamu Allah yang akan menunaikan ibadah ke Baitullah.
Tradisi Nyimpenan kali ini terasa istimewa karena dihadiri langsung Wali Kota Mohan Roliskana dan Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman.
Kehadiran Mohan dan TGH Mujib mempertegas pentingnya nilai religiusitas dan kekeluargaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.
Baca juga: Kemenhaj Jamin Koper Jemaah Haji Terdistribusi Tepat Waktu
Makna Nyimpenan
Camat Sekarbela Arief Satriawan mengungkapkan, secara filosofis, “Nyimpenan” berasal dari kata “simpan” yang merujuk pada prosesi pengumpulan dan penyimpanan koper serta barang bawaan jemaah sebelum diberangkatkan.
Kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada satu hingga dua minggu sebelum jadwal keberangkatan resmi ke tanah suci.
Tradisi ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan bentuk rasa syukur dan permohonan berkah.
Dalam acara tersebut, para tokoh agama atau Tuan Guru turut hadir untuk memimpin doa bersama.
“Ini satu bentuk kebersamaan warga kita di Sekarbela untuk sama-sama kita bersyukur sekaligus mendoakan semoga jemaah asal Kecamatan Sekarbela bisa melaksanakan ibadah hajinya dengan lancar,” ucap Arief menjawab TribunLombok.com, Senin (20/4/2026).
Arief menekankan bahwa doa yang dipanjatkan mencakup keselamatan jemaah sejak berangkat hingga kembali ke tanah air.
“Kita semua berdoa mengharapkan perjalanan ibadah haji dilancarkan, diberikan kesehatan mulai dari persiapan keberangkatan sampai nanti kepulangan ini bisa menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.
Selain sebagai sarana spiritual, Nyimpenan juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat persatuan dan keguyuban antarwarga.
Dengan berkumpul dan berdoa bersama, diharapkan para jemaah mendapatkan ketenangan batin dalam menjalankan rukun-rukun haji dengan sempurna.
Total jemaah haji dari Kota Mataram mencapai sekitar 854, yang terbagi ke dalam tiga kelompok terbang (kloter).
Dari jumlah tersebut, Kecamatan Sekarbela menyumbang jemaah dalam jumlah yang cukup signifikan, yakni sekitar 300-an orang.
“Dengan pelaksanaan tradisi ini, kita berharap keberangkatan para jemaah membawa manfaat besar bagi masyarakat sekembalinya mereka nanti dengan predikat haji yang mabrur,” pungkasnya.
(*)
| Petugas Haji di Madinah Bersiap Sambut Jemaah Gelombang Pertama |
|
|---|
| Penerbangan Haji Tidak Melewati Wilayah Udara Terkait Konflik Iran-AS |
|
|---|
| Panduan Lengkap Sholat Safar: Tata Cara, Niat dan Doa Perjalanan Jauh |
|
|---|
| Kemenhaj Jamin Koper Jemaah Haji Terdistribusi Tepat Waktu |
|
|---|
| Cegah Jemaah Berangkat Tanpa Visa Haji, Pengawasan di Bandara Diperketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/mohan_haji_sekarbela_92982.jpg)