Haji 2026
Barang Pribadi Boleh Ditinggal, Tapi Jangan Boneka Unta
Jemaah haji rela membuang barang bawaan pribadi yang dibawa dari tanah air demi bisa membawa oleh-oleh untuk keluarga di tanah air.
Ringkasan Berita:
- Jemaah haji rela membuang barang bawaan pribadi yang dibawa dari tanah air demi bisa membawa oleh-oleh untuk keluarga di tanah air.
- Banyak jemaah yang terpaksa menjinjing atau bahkan mengalungkan boneka-boneka unta berukuran besar.
TRIBUNLOMBOK.COM - Ketatnya pembatasan berat koper pihak maskapai penerbangan tidak menyurutkan antusiasme jemaah haji Indonesia untuk membawa buah tangan.
Mereka rela membuang barang bawaan pribadi yang dibawa dari tanah air demi bisa membawa oleh-oleh untuk keluarga di tanah air.
Di berbagai sudut pertokoan Makkah, mainan replika unta yang dilengkapi fitur suara talbiyah "Labbaik Allahumma Labbaik" ini menjadi buruan utama karena harganya yang sangat terjangkau, mulai dari 5 riyal Arab Saudi.
Volume boneka yang cukup menyita ruang koper memaksa jemaah memutar otak saat proses penimbangan bagasi bergulir.
Banyak jemaah yang terpaksa menjinjing atau bahkan mengalungkan boneka-boneka berukuran besar tersebut di leher sepanjang proses imigrasi karena kompartemen tas utama sudah kelebihan muatan.
Baca juga: Pemda Dilarang Gelar Seremoni Berlebihan Sambut Jemaah Haji
Ahmad Jaelani, salah satu jemaah dari Kelompok Terbang (Kloter) Batam (BTH 01), tertangkap kamera mengalungkan boneka unta putih berukuran besar demi menyiasati kapasitas simpan.
"Yang di bag ada empat lagi. (Sengaja beli lima) karena mendapat titipan khusus dari para cucunya," ujar Ahmad Jaelani saat bersiap bertolak dari Arab Saudi seperti dilaporkan langsung wartawan Tribunnews.
Siasat serupa juga diterapkan Katiyo Kadiman, jemaah asal embarkasi Medan (KNO) 02.
Ia rela repot mengalungkan boneka unta di badannya demi memastikan barang tersebut lolos ke kabin pesawat sebagai hadiah unik yang dinilai tidak eksis di pasar domestik Indonesia.
"Di sana (Indonesia) tidak ada. Kalaupun ada, jauh lah. Ini khas Arab," kata Katiyo.
Bagi jemaah Indonesia, di luar komoditas wajib seperti kurma, cokelat, parfum, dan air zamzam, unta mekanis ini menempati kasta tertinggi untuk menyenangkan anak-anak dan kerabat di kampung halaman.
Kamisah Kamil, rekan satu kloter Ahmad Jaelani, serta pasangan Samsul Azhar mengakui bahwa pesanan spesifik dari cucu dan tetangga membuat mereka rela memborong hingga empat unit boneka berukuran besar.
Junarti Ramli, jemaah haji asal Wajo, Sulawesi Selatan membuang barang bawaan miliknya sendiri.
"Kalau melebihi berat, jelas tujuan utama adalah memberikan oleh-oleh kepada keluarga. Itu yang perlu saya selamatkan dulu," tegas Junarti.
Andi Tenri Olle, jemaah haji lainnya, memandang bahwa kelelahan fisik dan repotnya mengemas barang bawaan di Arab Saudi terbayar lunas antusiasme membawakan boneka unta tersebut.
"Buat keluarga yang di kampung, terutama unta buat anak, cucu," pungkas Tenri.
(*)
| Pemda Dilarang Gelar Seremoni Berlebihan Sambut Jemaah Haji |
|
|---|
| 90 Ribu Ekor Hasil Penyembelihan Dam Didistribusikan bagi Warga Palestina |
|
|---|
| Jemaah Haji Dilarang Bawa Pulang Air Zamzam Dalam Koper |
|
|---|
| Kenapa Sebotol Zamzam Bisa Menahan Koper Jemaah Haji di Arab Saudi? |
|
|---|
| Pemulangan Jemaah Haji Gelombang Pertama Dimulai Hari Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/oleh_oleh_jemaah_haji_202020.jpg)