Rabu, 29 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Calon Sekda NTB

Pelantikan Sekda NTB Dikabarkan Sore Ini, Kenali Misi 3 Sosok Calon 'Dirigen' Birokrasi 

Sekda terpilih diharapkan mampu membenahi birokrasi, meningkatkan transparansi, efisiensi, serta mendorong pelayanan publik lebih baik di NTB.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Istimewa
CALON SEKDA - Kolase foto tiga orang calon sekda NTB yang masuk tiga besar terbaik dalam proses seleksi. Dari kiri ke kanan; Ahmad Saufi, Abul Chair, dan Dr H Ahsanul Khalik. 

Ringkasan Berita:
  • Sekda terpilih diharapkan mampu membenahi birokrasi, meningkatkan transparansi, efisiensi, serta mendorong pelayanan publik yang lebih baik di NTB.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Setelah melalui proses panjang dan penuh penantian, penetapan calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya memasuki tahap akhir.

Pelantikan dikabarkan dijadwalkan berlangsung pada Kamis sore (9/4/2026), menandai babak baru dalam kepemimpinan birokrasi di tingkat provinsi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Tri Budiprayitno, membenarkan bahwa akan ada pelatikan sekda pada sore hari ini.

"Insyaa Allah pelantikan Sekda jam 16.30 di Pendopo Gubernur," ungkap Yiyit sapaan karin Kepada BKD.

Sejak awal proses seleksi terbuka, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal disebut menginginkan sosok yang tidak hanya memahami birokrasi secara mendalam, tetapi juga mampu menata dan mengarahkannya secara efektif.

Harapan tersebut selaras dengan peran Sekda yang kerap disebut sebagai “Gubernur Birokrasi”.

Ke depan, Sekda diharapkan mampu melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan, meningkatkan transparansi, serta mendorong efisiensi kerja. Lebih dari itu, orientasi birokrasi juga diarahkan untuk berubah menjadi institusi yang melayani masyarakat, bukan sebaliknya.

Dari total 10 kandidat yang mengikuti seleksi, tiga nama mencuat sebagai yang terbaik. Mereka adalah Abul Chair, Ahmad Saufi, dan Ahsanul Khalik tiga figur dengan latar belakang dan karakter yang berbeda.

Baca juga: Tiga Calon Sekda NTB, Satu Misi untuk Reformasi Birokrasi

Abul Chair dikenal sebagai pakar dalam pengawasan keuangan negara. Ia membawa misi besar untuk menjamin pemerintahan yang bersih (clean governance), dengan fokus pada upaya “menghilangkan celah penyimpangan sejak dari hulu.”

Sementara itu, Ahmad Saufi merupakan birokrat berpengalaman yang telah mengabdi selama lebih dari 30 tahun, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia mengusung visi transformasi birokrasi agar lebih lincah dan kompetitif, sekaligus mampu menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah strategis pemerintah pusat.

Di sisi lain, Ahsanul Khalik dikenal sebagai sosok yang memahami secara mendalam anatomi pemerintahan daerah.

Ia menekankan pentingnya digitalisasi layanan serta percepatan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD), dengan tujuan memastikan visi pimpinan benar-benar “mendarat” di lapangan.

Dengan beragam keunggulan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB kini dihadapkan pada pilihan penting menentukan figur yang tidak hanya memiliki integritas dan rekam jejak tanpa cacat hukum, tetapi juga kapasitas untuk mengurai berbagai sumbatan birokrasi.

Lebih jauh, sosok Sekda yang terpilih diharapkan mampu menunjukkan loyalitas terhadap visi pembangunan daerah, sekaligus mengakselerasi pelaksanaan program-program unggulan demi kesejahteraan masyarakat NTB.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved