Calon Sekda NTB
Tiga Calon Sekda NTB, Satu Misi untuk Reformasi Birokrasi
Sekda terpilih diharapkan mampu membawa perubahan besar dalam tata kelola, transparansi, dan efisiensi demi mewujudkan visi NTB Makmur.
Ringkasan Berita:
- Sekda terpilih diharapkan mampu membawa perubahan besar dalam tata kelola, transparansi, dan efisiensi demi mewujudkan visi NTB Makmur.
- Siapapun yang nantinya terpilih, masyarakat berharap proses ini menjadi langkah awal menuju masa depan NTB yang lebih transparan.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintahan Iqbal-Dinda kini tengah menanti sosok strategis yang akan menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB.
Jabatan ini dipandang lebih dari sekadar posisi administratif, ia adalah "dirigen" bagi mesin birokrasi yang diharapkan mampu membawa perubahan besar dalam tata kelola, transparansi, dan efisiensi demi mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia.
Panitia Seleksi (Pansel) telah mengerucutkan tiga nama besar yang masing-masing membawa spesialisasi dan misi unik untuk mereformasi birokrasi di daerah ini.
Abul Chair: Sang Penjaga Akuntabilitas
Abul Chair hadir sebagai sosok yang menekankan pada aspek pengawasan keuangan negara. Dengan latar belakang sebagai pakar pengawasan, misi utamanya adalah menjamin terciptanya pemerintahan yang bersih (Clean Governance).
Ia dikenal memiliki standar akuntabilitas yang tinggi dan berkomitmen untuk menutup segala celah penyimpangan anggaran sejak dari hulu.
Fokusnya adalah memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan secara transparan dan tepat sasaran.
Dr. Ahmad Saufi: Membawa Standar Global
Bagi yang mengharapkan transformasi birokrasi yang lebih modern, Dr. Ahmad Saufi menawarkan pengalaman panjang selama 30 tahun di level nasional dan internasional.
Ia mengusung misi transformasi agar birokrasi NTB menjadi lebih lincah (agile) dan kompetitif di kancah yang lebih luas.
Salah satu nilai lebihnya adalah kemampuan untuk menyelaraskan kebijakan Pemerintah Provinsi NTB dengan visi strategis pemerintah pusat, memastikan langkah daerah seiring dengan kebijakan nasional.
Ahsanul Khalik: Birokrat Karir yang Agresif di Lapangan
Sebagai seorang birokrat karir, Ahsanul Khalik memiliki pemahaman mendalam mengenai anatomi dan struktur pemerintahan daerah.
Fokus utamanya adalah pada digitalisasi layanan publik dan percepatan koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Baca juga: Bukan Karena Kinerja, Ini Alasan di Balik Pergantian Plh Sekda NTB Lalu Faozal
Ahsanul dipandang mampu memastikan visi besar pimpinan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar "mendarat" dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lapangan.
Siapa Sosok yang Dibutuhkan Birokrasi NTB untuk Mendampingi Iqbal-Dinda?
Dalam upaya mewujudkan NTB Makmur Mendunia, jabatan Sekda dipandang sebagai sosok "dirigen" yang harus mampu memimpin mesin birokrasi dengan ketepatan tinggi.
Pansel tidak hanya mencari sosok administratif, melainkan pemimpin yang memiliki tiga pilar kualitas yakni integritas, kapasitas dan loyalitas kepada pemimpin dan masyarakat NTB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PENGUMUMAN-CALON-SEKDA-NTB-2026.jpg)