Kenaikan Muka Air Laut NTB
Menakar Nasib Warga Pesisir NTB di Tengah Perubahan Iklim
Akademisi memperkirakan pesisir NTB terancam tenggelam pada tahun 2050 jika kenaikan muka air laut setinggi satu meter tidak segera dimitigasi.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Nelly mengatakan, penanganan terhadap wilayah pesisir NTB sudah mulai dilakukan dengan melakukan pemetaan dan penataan terhadap warga pesisir.
Untuk warga yang tinggal di pesisir dan masuk kategori miskin ektrem sudah di siapkan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), selain itu pendampingan dalam rangka meningkatkan taraf hidup mereka.
"Untuk daerah pesisir yang masuk miskin ekstrem sudah kami alokasikan untuk rumah tidak layak huni, kami intervensi selain rumah tinggal juga penghasilan," kata Nelly.
Guna menghindari dampak abrasi dan kenaikan muka air laut, perlahan pemukiman warga di pesisir akan di tata untuk lebih jauh dari bibir pantai.
"Kami tata dengan kita tarik lebih ke tengah," kata Nelly.
Penataan ini tertuang dalam berbagai program seperti Desa Berdaya, dan program lain yang digagas Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/KEGIATAN-NGOPI-DI-UIN-MATARAM-2026.jpg)