Nelayan dan Warga Pesisir Mataram Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Banjir Rob
BPBD Kota Mataram mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dan banjir rob yang diprediksi memuncak Februari–Maret 2026.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- BPBD Kota Mataram mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dan banjir rob yang diprediksi memuncak Februari–Maret 2026.
- Pemkot mengaktifkan kelompok siaga bencana dan mengimbau nelayan serta warga pesisir meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang dan hujan ekstrem.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem dan fenomena banjir rob yang diprediksi mencapai puncaknya pada bulan Februari hingga Maret 2026 mendatang.
Peringatan ini didasarkan pada prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG mengenai adanya siklon tropis yang berpotensi melanda hampir seluruh perairan Nusa Tenggara Barat (NTB), khusunya di wilayah pesisir Kota Mataram.
Secara khusu imbauan ini juga ditujukan kepada para nelayan, agar tetap waspada terhadap karakter cuaca laut yang bisa saja berubah.
"Kita juga tidak melarang dia (nelayan) melaut ya, tapi diperhatikan cuaca karena saya yakin nelayan juga lebih paham tentang karakter laut," ucap Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki, Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan data yang ada, wilayah Ampenan diprediksi akan menghadapi gelombang setinggi 0,5 hingga 1,25 meter, sementara di wilayah selatan NTB, gelombang bisa mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Baca juga: EKSKLUSIF - Daratan Mataram Mulai Tenggelam: Kisah Mereka yang Rumahnya Digulung Ombak
Kondisi ini diperparah dengan ancaman hujan angin tiba-tiba yang merupakan imbas dari kondisi cuaca di kabupaten sekitar Mataram.
Fenomena banjir rob di wilayah pesisir, seperti Bintaro hingga Mapak kini menjadi perhatian serius pihaknya, karena arusnya yang semakin deras dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menghadapi puncak hidrometeorologi basah ini, Pemerintah Kota Mataram telah mengaktifkan Kelompok Siaga Bencana di delapan kelurahan yang masuk dalam kategori Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di wilayah Ampenan dan Sekarbele.
Disebutkannya, sesuai instruksi Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, seluruh jajaran camat dan lurah diminta untuk melakukan pemantauan ekstra di masing-masing wilayahnya.
“Pemantauan tidak lepas dari Pak Wali, semua camat, lurah, kantor untuk siaga di masing-masing posko atau di kantor lurah," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/POTENSI-BENCANA-BANJIR-EOB-2026.jpg)