Selasa, 26 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Penemuan Mayat Mahasiswi KSB

Mantan Pacar Mahasiswi Unram yang Tewas di Kamar Kos Diperiksa Polisi

Polisi memeriksa mantan pacar Nadya Dwi Ramadhany (21) mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang ditemukan tewas di kamar kosnya.

Tayang:
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM
PENYERAHAN JENAZAH - Anggota kepolisian saat menyerahkan jenazah mahasiswi inisial NDR asal Sumbawa Barat kepada pihak keluarga, Selasa (19/5/2026). Sudah ada 14 saksi yang dimintai keterangannya dalam kasus ini, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sampel tubuh korban 
Ringkasan Berita:
  • Polisi memeriksa mantan pacar Nadya Dwi Ramadhany (21) mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang ditemukan tewas di kamar kosnya.

  • Sampai saat ini sudah ada 14 saksi yang dimintai keterangannya dalam kasus ini.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram, memeriksa mantan pacar Nadya Dwi Ramadhany (21) mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang ditemukan tewas di kamar kosnya.

"Hari ini kami lakukan pemeriksaan rekan korban dan mantan pacar korban," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, Senin (25/5/2026).

Sampai saat ini kata Dharma sudah ada 14 saksi yang dimintai keterangannya dalam kasus ini, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sampel tubuh korban di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

Adapun beberapa sampel yang dikirim ke Puslabfor Mabes Polri tersebut salah satunya sample bekas kuku di leher korban, serta beberapa sample dibagian tubuh dan pakaian korban.

Baca juga: Keluarga Berharap Kasus Kematian Mahasiswi di Kamar Kos Gomong Segera Terungkap

Pemeriksaan ini dilakukan sebab tidak ada saksi yang melihat peristiwa tewasnya mahasiswi asal Kabupaten Sumbawa Barat ini, termasuk rekaman kamera pengawas yang ada di sekitar lokasi tidak ada yang merekam peristiwa nahas tersebut.

Pada Sabtu (23/5/2026) lalu polisi menerjunkan anjing pelacak K-9 Samapta Polda NTB untuk mencari bukti-bukti petunjuk dalam peristiwa ini, mereka menyusuri setiap sudut kos-kosan yang berlokasi di Gomong, Kota Mataram itu.

Terkait dengan orang yang dicurigai terlibat dalam kasus ini, Dharma berujar masih melakukan pendalaman sehingga ia belum bisa mengungkapkannya.

"Dapat kami sampaikan, kami masih melakukan pendalaman terkait dengan hal tersebut," kata Dharma.

Penyidik juga masih belum mendapatkan hasil otopsi dari jenazah mahasiswi semester enam ini, semua bukti itu akan dikumpulkan untuk menentukan arah penyelidikan ini kedepan.

"Kami juga masih melakukan pendalaman bukti lainnya untuk kami melangkah ke tahap selanjutnya," pungkas Dharma.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved