Selasa, 19 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

HAKORDIA 2025: Mataram Jadi 'Best Practice' Pemberantasan Korupsi Nasional

Setelah dinobatkan sebagai kota antikorupsi dari KPK, Pemkot Mataram diharapkan terus memperkuat integritas dalam melayani warga.

Tayang:
Editor: Sirtupillaili
Istimewa
PENGHARGAAN - Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana (tengah) bersama Plt. Inspektur Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati (paling kiri) usai menerima penghargaan sebagai kota percontohan antikorupsi dari KPK, di Yogyakarta, Rabu (10/12/2025). 

TRIBUNLOMBOK.COM, YOGYAKARTA – Dentuman genderang kentongan menggema di Bangsal Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta, menjadi penanda dimulainya babak baru komitmen pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dalam puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, di Yogyakarta, pada Rabu (10/12/2025), Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, tampil di panggung utama bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Setyo Budiyanto. 

Bersama Wali Kota Blitar dan Bupati Minahasa Tenggara, H. Mohan Roliskana didaulat memimpin simbolisasi gerakan antikorupsi dengan menabuh kentongan.

Momen simbolis ini sekaligus menjadi peluncuran resmi (Launching) Percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi 2025. 

Ketiga kepala daerah tersebut dipilih karena wilayahnya dinilai berhasil menjadi pionir integritas di Indonesia.

Raih Predikat Istimewa

Penunjukan Kota Mataram sebagai percontohan bukan tanpa alasan. Penghargaan prestisius ini merupakan puncak dari proses supervisi dan penilaian ketat selama enam bulan oleh Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK RI.

Sebelumnya, dalam penetapan yang dilakukan pada 18 November 2025 di Mataram, KPK menobatkan Kota Mataram sebagai Percontohan Kota Antikorupsi dengan skor 91,85. 

Angka ini menempatkan Mataram dalam Kategori Istimewa, sebuah capaian yang menegaskan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Baca juga: Mataram Raih Skor Istimewa 91,85, Ditetapkan KPK sebagai Percontohan Kota Anti Korupsi 2025

Mataram Jadi "Best Practice" Nasional

Puncak HAKORDIA 2025 ini turut dihadiri jajaran pimpinan KPK, para Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Gubernur DIY, serta kepala daerah penerima penghargaan.

Plt. Inspekorat Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati turut hadir mendampingi wali kota Mohan Roliskana.

Menurutnya, keberhasilan Kota Mataram menjadi kota percontohan anti korupsi meruakan hasil kerja keras semua pihak. 

"Salah satu kunci keberhasilan ini adalah komitmen yang kuat dari Pak Wali sendiri," katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua KPK RI Setyo Budiyanto menyoroti tema HAKORDIA tahun ini, yakni "Satukan Aksi, Basmi Korupsi". 

Ia mengingatkan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang hanya bisa dilawan dengan gerakan kolektif, sebagaimana kesepakatan 137 negara pada tahun 2003 silam.

Setyo juga memaparkan data Indeks Integritas Nasional 2025 yang berada di angka 72,32. Angka ini menunjukkan adanya kesenjangan (gap) yang cukup signifikan antara rata-rata nasional dengan kota-kota yang berhasil menembus kategori istimewa seperti Mataram.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved