Selasa, 19 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Gubernur NTB Buka Festival Perak: Budaya Lokal Adalah Mutiara Terpendam 

Festival Perak bukan hanya sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi wadah kebangkitan kreativitas.

Tayang:
Editor: Sirtupillaili
Nurfadilah
USAHA RAKYAT - Gubernur Provinsi NTB Lalu Muhamad Iqbal (kanan) saat meninjau stand UMKM di area Festival Permainan Rakyat (Perak) NTB 2025, di UIN Mataram, Sabtu (20/9/2025). 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Festival Perak (Permainan Rakyat) NTB 2025 resmi dibuka di Auditorium UIN Mataram pada 20-21 September 2025. Mengangkat tema "Pelestarian Budaya Lokal dalam Menghadapi Era Digital", festival ini menjadi panggung bagi revitalisasi warisan budaya tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif festival ini. 

Menurutnya, Festival Perak bukan hanya sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi wadah kebangkitan kreativitas yang dapat memicu lahirnya inovasi baru.

"Selama saya berkeliling, saya menemukan banyak hidden gem, mutiara-mutiara terpendam dari industri kreatif NTB. Festival seperti ini memberi ruang agar mereka yang belum pernah mendapat panggung bisa tampil," ujar gubernur. 

Ia juga menambahkan bahwa ke depannya, pemerintah akan mendorong sistem open bidding agar semakin banyak karya lahir dari berbagai pelosok NTB.

Baca juga: Festival Perak NTB, Hidupkan Permainan Tradisional di Era Digital

Gubernur Iqbal juga menekankan bahwa budaya pelestarian tidak boleh berhenti pada dokumentasi semata, melainkan harus memberi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi. 

"Kita tidak boleh sekadar menjadi tukang pos sejarah. Budaya harus hidup, berkembang, dan relevan dengan zaman. Inovasi kebudayaan adalah kunci agar warisan kita tidak hanya lestari, tetapi juga bernilai ekonomi," tambahnya.

Misi Festival Perak: Budaya Lokal Sebagai Inspirasi Ekonomi Kreatif

Ketua DPW Gekrafs NTB, Yeyen Seprian Rachmat, menjelaskan bahwa Festival Perak lahir dari keprihatinan terhadap punahnya permainan rakyat yang kaya akan nilai luhur. 

Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukanlah ancaman, melainkan mitra untuk melestarikan sekaligus memperluas dampak permainan rakyat.

"Permainan rakyat bisa hadir kembali, tidak hanya dalam bentuk pertunjukan, tetapi juga sebagai potensi ekonomi kreatif. Lokal adalah kemewahan baru," tegas Yeyen. 

Ia juga mengungkapkan target ambisius untuk menjadikan acara ini lebih besar, dari Perak NTB menjadi Perak Nusantara, dengan menghadirkan permainan rakyat dari 38 provinsi di Indonesia.

Yeyen juga menambahkan bahwa misi utama festival ini adalah menjadikan budaya lokal sebagai inspirasi ekonomi kreatif. 

"Digital bukan musuh, justru mitra. Kami ingin agar permainan tradisional bisa tampil di layar gadget, menjadi viral, dan menginspirasi lahirnya start-up budaya," pungkasnya. 

Kehadiran Gubernur NTB dalam festival ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap warisan budaya.

Festival ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan permainan rakyat sebagai identitas budaya NTB, sekaligus inspirasi untuk melahirkan produk kebudayaan baru yang relevan di era digital.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved