Rabu, 20 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Festival Perak NTB, Hidupkan Permainan Tradisional di Era Digital

Digitalisasi tidak boleh dijadikan sebagai musuh, namun harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan permainan tradisional ini. 

Tayang:
Editor: Sirtupillaili
Nurfadilah
PERMAINAN RAKYAT - Ketua Gekrafs NTB, Yeyen Seprian Rachmat memperagakan salah satu permainan tradisional saat pembukaan Festival PERAK 2025, di Aula UIN Mataram, Sabtu (20/9/2025). 

Laporan TribunLombok.com, Nurfadlilah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Guna menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman, GEKRAFS NTB menggelar Festival Permainan Rakyat (Perak) NTB, di gedung Auditorium kampus 2 Uin Mataram, Sabtu, (20/9/2025). 

Festival ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat nostalgia, namun sebagai ajang memperkuat budaya lokal ditengah arus digitalisasi. 

Adi Apriady, ketua panitia festival Perak NTB, mengatakan bahwa permainan tradisional seperti manok karung, main benteng, balap tengkulak, mpa’a tapa gala, cungkit, main tali, mpa’a gopa, main ayam, beremput, ini perlu dilestarikan di era digital. 

Menurutnya, digitalisasi tidak boleh dijadikan sebagai musuh, namun harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan permainan tradisional ini. 

“Digital bukan musuh, tetapi mitra. Kita tidak sedang melakukan era digital. Justru kita ingin bersahabat, berteman dengan dia,” ucapnya. 

Baca juga: Gekrafs NTB Banjir Dukungan, Sejumlah Tokoh Budaya Apresiasi Festival Permainan Rakyat NTB 2025

Sementara itu, Gubernur Provinsi NTB Lalu Muhammad Iqbal yang membuka acara menegaskan, permainan nusantara ini berpotensi menjadi ‘hidden gem’ dalam perkembangan ekonomi kreatif. 

Ia memaparkan, sekarang nilai ekonomi kreatif global mencapai 2,3 triliun dolar, yang berarti memiliki sumbangsih sekitar 3,3 persen dari Gross Domestic Product (GDP) dunia. 

“Saat ini nilai ekonomi kreatif itu lebih dari 2,3 triliun dolar. Itu berarti sumbansinya terhadap GDP global itu sekitar 3,2 sampai 3,3 persen,” katanya. 

Festival yang didukung oleh banyak pihak ini diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahunnya, agar permainan tradisional ini dapat terus dikenal sepanjang masa.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved