Festival Perak NTB, Hidupkan Permainan Tradisional di Era Digital
Digitalisasi tidak boleh dijadikan sebagai musuh, namun harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan permainan tradisional ini.
Laporan TribunLombok.com, Nurfadlilah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Guna menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman, GEKRAFS NTB menggelar Festival Permainan Rakyat (Perak) NTB, di gedung Auditorium kampus 2 Uin Mataram, Sabtu, (20/9/2025).
Festival ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat nostalgia, namun sebagai ajang memperkuat budaya lokal ditengah arus digitalisasi.
Adi Apriady, ketua panitia festival Perak NTB, mengatakan bahwa permainan tradisional seperti manok karung, main benteng, balap tengkulak, mpa’a tapa gala, cungkit, main tali, mpa’a gopa, main ayam, beremput, ini perlu dilestarikan di era digital.
Menurutnya, digitalisasi tidak boleh dijadikan sebagai musuh, namun harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan permainan tradisional ini.
“Digital bukan musuh, tetapi mitra. Kita tidak sedang melakukan era digital. Justru kita ingin bersahabat, berteman dengan dia,” ucapnya.
Baca juga: Gekrafs NTB Banjir Dukungan, Sejumlah Tokoh Budaya Apresiasi Festival Permainan Rakyat NTB 2025
Sementara itu, Gubernur Provinsi NTB Lalu Muhammad Iqbal yang membuka acara menegaskan, permainan nusantara ini berpotensi menjadi ‘hidden gem’ dalam perkembangan ekonomi kreatif.
Ia memaparkan, sekarang nilai ekonomi kreatif global mencapai 2,3 triliun dolar, yang berarti memiliki sumbangsih sekitar 3,3 persen dari Gross Domestic Product (GDP) dunia.
“Saat ini nilai ekonomi kreatif itu lebih dari 2,3 triliun dolar. Itu berarti sumbansinya terhadap GDP global itu sekitar 3,2 sampai 3,3 persen,” katanya.
Festival yang didukung oleh banyak pihak ini diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahunnya, agar permainan tradisional ini dapat terus dikenal sepanjang masa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PERAK-PERMAINAN.jpg)