Senin, 18 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pemkot Mataram Atur Jam Kerja ASN selama Ramadan 1447 Hijriah

Pemkot Mataram menetapkan penyesuaian jam kerja ASN selama Ramadan 1447 H menjadi minimal 32,5 jam per minggu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
JAM KERJA ASN - Asisten 1 Setda Kota Mataram, Lalu Martawang saat ditemui benerapa waktu lalu. Pemkot Mataram telah mengeluarkan SE terkait Jam Kerja ASN dan Kegiatan ASN selama Ramadhan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Mataram menetapkan penyesuaian jam kerja ASN selama Ramadan 1447 H menjadi minimal 32,5 jam per minggu.

  • Pemerintah juga menggelar Safari Ramadan dan pasar murah untuk membantu masyarakat serta menjaga stabilitas harga dan pelayanan publik.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Pemerintah Kota Mataram secara resmi mengeluarkan regulasi terkait penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. 

Langkah ini diambil untuk menjamin efektivitas pelaksanaan tugas kedinasan sekaligus memberikan kesempatan bagi ASN untuk meningkatkan amalan ibadah.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor: 100.3.4.3/812/SETDA/II/2026, jam kerja efektif selama bulan Ramadan ditetapkan minimal 32,50 jam per minggu.

Bagi perangkat daerah dengan lima hari kerja, jam masuk ditetapkan pukul 08.00 WITA dan pulang pukul 15.45 WITA pada Senin hingga Kamis, sedangkan pada hari Jumat pulang pukul 11.30 WITA.

Untuk unit dengan enam hari kerja, jam pulang bervariasi antara pukul 11.00 hingga 14.00 WITA.

Asisten 1 Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, menjelaskan bahwa regulasi ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi daerah.

Selain jam kerja, aturan mengenai pakaian dinas juga mengalami penyesuaian. ASN beragama Islam diwajibkan menggunakan pakaian muslim (baju koko/takwa), sementara ASN non-muslim diminta menyesuaikan atau menggunakan pakaian batik.

“Pemerintah Kota Mataram selama bulan suci Ramadan ASN kita menggunakan baju takwa ya, baju koko. Lalu kemudian kalau yang muslim, yang non-muslim silakan menyesuaikan,” ucap Martawang, Senin (16/2/2026).

Pemerintah Kota juga telah merancang agenda Safari Ramadan yang akan dilaksanakan pada sore hari agar dapat dirangkaikan dengan pasar murah di berbagai lokasi.

Baca juga: Bupati Lombok Timur Bakal Copot Pjs Kades Jika Terbukti Korupsi Dana Desa

Strategi ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Isinya harga sembakonya itu jauh lebih murah yang ada di pasar. Nah, ini kita berharap bisa membantu sekaligus juga dalam rangka pengendalian inflasi daerah,” jelasnya.

Martawang berharap seluruh penyesuaian ini dapat menciptakan suasana yang nyaman dan penuh rahmat bagi seluruh warga kota.

“Kepala Perangkat Daerah juga kita minta memastikan bahwa perubahan jam kerja ini tidak mengurangi produktivitas dan tidak mengganggu kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved