Kamis, 7 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Doa Islami

Pujian Bisa Jadi Ujian, Berikut Doa Agar Terhindar dari Bahaya Ain

Doa ketika dipuji membantu menjaga hati agar tidak riya, bangga berlebihan, atau takabbur.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
FREEPIK
DOA - Ilustrasi Berdoa. Doa ketika dipuji membantu menjaga hati agar tidak riya, bangga berlebihan, atau takabbur. Semua pujian manusia sejatinya berasal dari Allah, sehingga harus disyukuri dengan rendah hati dan doa memohon ampun atas kekurangan 

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui keadaan diriku lebih dari aku sendiri, dan aku lebih mengetahui keadaan diriku berbanding orang lain. Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang mereka ucapkan, ampunilah aku atas kekurangan yang tidak mereka ketahui. Dan jadikan aku lebih baik dari pada penilaian yang mereka berikan untukku.”

Doa Mohon Pertolongan Allah Ketika Dipuji
وَاجْعَلْنِي خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّونَ
Waj‘alnii khairan mimmaa yazunnuun.

Artinya: Jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka sangkakan. (Riwayat al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman)

Tips Menghadapi Pujian dalam Islam

Dalam laman resmi Kementerian Agama Jakarta Timur dijelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan seorang muslim untuk menghadapi pujian dari orang lain.

1. Semua Pujian Hakikatnya Milik Allah
Dalam pembukaan Kitab Tījān ad-Darārī karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani (syarah dari Risālah fī ‘Ilmi at-Tauḥīd karya Imam Ibrahim al-Bājūrī), dijelaskan bahwa pujian terbagi menjadi empat:

Pujian Allah kepada diri-Nya sendiri (qadīm kepada qadīm)
Pujian Allah kepada makhluk-Nya (qadīm kepada yang baru)
Pujian makhluk kepada Allah (yang baru kepada qadīm)
Pujian makhluk kepada sesama makhluk (yang baru kepada yang baru)
Keempat bentuk pujian ini pada akhirnya kembali kepada Allah SWT.

Ketika seseorang memuji makhluk, sejatinya ia sedang memuji Sang Pencipta. 

Karena itu, saat menerima pujian, kembalikanlah semuanya kepada Allah, bukan kepada diri sendiri.

2. Pujian Bisa Menjadi Penutup Aib

Pujian manusia sering kali hanyalah lapisan luar yang menutupi kenyataan diri kita. Hakikatnya, setiap manusia penuh kekurangan dan aib.

Jika Allah membuka semua cela tersebut, niscaya kita akan merasa sangat hina.

Justru karena kasih sayang Allah, aib itu ditutup rapat. Maka ketika dipuji, seharusnya kita merasa takut dan malu, lalu berdoa sebagaimana yang diajarkan Nabi Saw:

 
“Ya Allah, ampunilah aku atas kekurangan yang tidak mereka ketahui.” (HR. al-Bukhari)

3. Pujian Bisa Menjadi Dorongan Kebaikan
Apabila pujian yang datang memang sesuai dengan kenyataan, maka sikap yang benar adalah menjadikannya sebagai motivasi, bukan kebanggaan berlebihan. Di antaranya:

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved