Sabtu, 6 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Doa Islami

Pujian Bisa Jadi Ujian, Berikut Doa Agar Terhindar dari Bahaya Ain

Doa ketika dipuji membantu menjaga hati agar tidak riya, bangga berlebihan, atau takabbur.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
FREEPIK
DOA - Ilustrasi Berdoa. Doa ketika dipuji membantu menjaga hati agar tidak riya, bangga berlebihan, atau takabbur. Semua pujian manusia sejatinya berasal dari Allah, sehingga harus disyukuri dengan rendah hati dan doa memohon ampun atas kekurangan 

Ringkasan Berita:
  • Doa ketika dipuji membantu menjaga hati agar tidak riya, bangga berlebihan, atau takabbur.
  •  Semua pujian manusia sejatinya berasal dari Allah, sehingga harus disyukuri dengan rendah hati dan doa memohon ampun atas kekurangan

TRIBUNLOMBOK.COM - Membac doa saat menerima sanjungan sangat penting bagi seorang muslim untuk menjaga hati dari jeratan sifat sombong, rasa bangga diri (ujub), serta bahaya penyakit ain.

Penyakit ain yakni pengaruh buruk yang muncul akibat pujian atau kekaguman yang ekstrem.

Hal ini sejalan dengan tuntunan Rasulullah SAW yang memperingatkan umatnya agar tidak saling memuji secara berlebihan demi menjaga kerendahan hati sesama.

Dari Abu Bakr r.a, bahwa seorang lelaki memuji seorang lelaki lain di sisi Rasulullah Saw, lalu Rasulullah Saw bersabda: “Celaka engkau! Engkau telah memotong leher sahabatmu.” (beliau mengulanginya beberapa kali). Lalu beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian terpaksa memuji saudaranya, maka katakanlah: ‘Aku menyangka si fulan demikian, dan Allah-lah yang Maha Mengetahui hakikatnya. Aku tidak menyucikan siapa pun di hadapan Allah.’” (HR. Muslim)

Muslim diperbolehkan memuji orang lain secara sederhana, bahkan merupakan bentuk perbuatan baik.

Namun orang yang dipuji perlu berhati-hati dan menjaga hatinya dari riya' (pamer, sombong), ujub (bangga berlebihan terhadap diri sendiri), dan takabbur (merasa lebih tinggi dan merendahkan orang lain).

Dalam hadis lain disebutkan bahwa sahabat Nabi Saw memohon ampunan Allah Swt karena dipuji oleh orang lain.

Dari Adi bin Arthah –rahimahullah – (seorang ulama tabi’in) meriwayatkan: Dahulu ada seorang sahabat Nabi SAW, yang apabila dia dipuji mengucapkan: “Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku, atas kekurangan yang tidak mereka ketahui”. (Riwayat al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)

Dalam Kitab Hilyatul Auliya’, disebutkan bahwa ulama ahli hadis, Sufyan bin Uyainah pernah berkata: "Para ulama mengatakan: 'Pujian tidak akan menipu orang yang mengenali dirinya sendiri (dia tahu bahawa ia tidak sebaik itu dan sadar akan banyaknya dosa yang dilakukan)'."

Dikutip dari laman resmi Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan Jabatan Perdana Menteri Malaysia, berikut doa ketika dipuji agar terhindar dari riya', ujub, takabbur, dan ain.

Doa Ketika Dipuji

اللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لا يَعْلَمُونَ
Allāhumma lā tu’ākhidznī bimā yaqūlūn, waghfir lī mā lā ya‘lamūn.

Artinya: “Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku, atas kekurangan yang tidak mereka ketahui." (Riwayat al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)

Doa Mohon Ampunan Allah Ketika Dipuji Orang Lain

اللهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ بِي مِنْ نَفْسِي، وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِي مِنَ النَّاسِ، اللهُمَّ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ
Allahumma anta a‘lamu bii min nafsi, wa ana a‘lamu binafsi minan naas. Allahumma laa tu’aakhidznii bimaa yaquuluun, waghfir lii maa laa ya’lamuun.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved