Deretan Merek Beras Premium Terseret Kasus Dugaan Oplosan, Cek Daftarnya
Sejumlah merek beras premium diperiksa terkait dugaan oplosan. Simak daftar produsen dan temuan pelanggaran mutu serta takaran yang jadi sorotan.
Respons produsen
Kepala Divisi Unit Beras PT SUL, Carmen Carlo Ongko, mengatakan bahwa pihaknya menghormati dan mendukung penuh proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Satgas Pangan Polri.
Ia menyebut bahwa langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap rantai pasok pangan nasional.
“Dalam menjalankan operasional bisnis, kami memastikan seluruh proses produksi dan distribusi beras PT SUL dijalankan sesuai dengan standar mutu dan regulasi yang berlaku,” kata Carmen dalam pernyataan resminya.
Pihaknya menambahkan bahwa pengawasan internal perusahaan dilakukan secara berkala dan ketat, mencakup aspek takaran, kebersihan, serta pelabelan produk.
“Kami belum menerima hasil akhir dari proses pemeriksaan yang berlangsung, namun tetap terbuka terhadap evaluasi dan terus secara rutin melakukan langkah perbaikan demi menjamin kualitas produk untuk masyarakat,” ujar Carmen.
Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso, menyampaikan pihaknya akan melakukan koordinasi dan pengecekan lebih lanjut terkait pemeriksaan tersebut.
“Saya akan koordinasi, dan men-cross check dulu,” kata Karyawan.
Kompas.com juga telah mencoba menghubungi Wilmar Group dan PT Belitang Panen Raya untuk mendapat tanggapan klarifikasi. Namun belum ada jawaban.
DPR RI Dukung Langkah Pemerintah
Anggota Komisi IV DPR RI, Cindy Monica, mendukung penuh langkah pemerintah dalam menindak tegas produsen beras nakal yang terbukti melakukan pengoplosan beras.
"Ini bukan sekadar soal bisnis, ini soal perut rakyat Indonesia. Kalau beras saja dipermainkan, maka nyawa dan kesejahteraan rakyat pun dipertaruhkan," kata Cindy kepada wartawan, Senin (14/7/2025).
Legislator NasDem itu mendukung penuh langkah Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan yang telah menyerahkan temuan itu ke Kapolri dan Jaksa Agung.
Menurutnya, langkah hukum harus segera dilakukan agar kepercayaan publik terhadap sistem distribusi pangan tidak runtuh.
"Kita harus bersihkan mafia pangan dari hulu ke hilir. Tidak boleh ada kompromi untuk pelaku yang sengaja merugikan negara dan menipu rakyat dengan produk beras yang tidak layak konsumsi," kata dia.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati/Reynas Abdila/Reza Deni)
| Satgas Saber Pangan NTB Bongkar Praktik Curang Pengemasan Ulang Beras di Lombok Barat |
|
|---|
| PN Jaksel Tolak Gugatan Rp200 Miliar Menteri Amran ke Tempo |
|
|---|
| Kasus Dugaan Beras Oplosan SPHP di Lombok Timur, Polisi Ungkap Modus Culas |
|
|---|
| Polres Lombok Timur Gerebek Gudang Beras, Temukan 110 Ton Diduga Oplosan |
|
|---|
| AJI Gelar Aksi Solidaritas Dukung Tempo Melawan Gugatan Rp200 Miliar Mentan Amran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/beras_oplosan_mentan_amran_0252019jpg.jpg)