Banjir Kota Mataram dan Lombok Barat

Kota Mataram Kebanjiran, Ketua Srikandi Demokrat Minta Pemkot Fokus Edukasi Masyarakat Soal Sampah

Banjir yang menyebabkan ribuan kepala keluarga di Kota Mataram kehilangan harta benda hingga rumah hancur menjadi perhatian semua pihak.

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
BANTUAN KORBAN BANJIR - Ketua Srikandi Demokrat NTB, Hj. Nurhidayah saat menyalurkan bantuan ke sejumlah titik kelurahan di Kota Mataram yang terkena bencana banjir. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM – Banjir yang melanda Kota Mataram menyebabkan ribuan kepala keluarga kehilangan harta benda, bahkan ada yang rumahnya hancur. Kejadian ini pun menjadi sorotan berbagai pihak.

Meski demikian, bencana banjir tidak sepenuhnya disebabkan oleh faktor alam. Menurut Ketua Srikandi Demokrat NTB, Hj. Nurhidayah, banjir juga merupakan dampak dari kurangnya kesadaran masyarakat dan minimnya edukasi terkait pengelolaan sampah.

“Banyak faktor penyebab banjir. Kalau berbicara soal banjir, alam selalu disalahkan, tapi sebenarnya di sini pola hidup masyarakat itu yang harus diperbaiki lewat edukasi, bagaimana jangan membuang sampah sembarangan contohnya,” ucap Hj. Nurhidayah setelah dikonfirmasi, Sabtu (2/7/2025).

Ia menyayangkan masih banyak warga yang membuang sampah ke sungai maupun saluran irigasi, yang memperparah kondisi banjir saat musim hujan tiba.

Dia juga menyoroti masalah drainase air yang selalu setiap musim hujan membuat Kota Mataram terendam.

Apalagi proses penanganan lamban juga membuat masyarakat merasakan dampak yang signifikan.

Oleh karenanya, Nurhidayah juga meminta agar Pemkot maupun Pemprov harus mencari jalan terbaik guna mengatur titik evakuasi.

“Terutama bagi masyarakat kita yang hidup di areal pinggiran kali. Pristiwa banjir bisa saja terjadi lagi evakuasinya seperti apa dan lain sebagainya harus diperhatikan,” tegasnya.

Meski demikian, ia juga meyakini di balik bencana ada hal baik yang bisa dipetik, utamanya pembelajaran bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungannya masing-masing.

“Ini pembelajaran bagi kita semua untuk pentingnya bagaimana hidup bersih kemudian mengelola sampah juga tidak hanya dilakukan pemda tapi masyarakat. Mulai dari rumah tangga keluarga seperti itu,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved