Kematian Brigadir Nurhadi
Kasus Tewasnya Brigadir Nurhadi, Keluarga Minta Polda NTB Transparan
Kakak korban almarhum Brigadir Nurhadi masih belum percaya sepenuhnya atas penahanan dua terduga tersangka pembunuh adiknya.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Keluarga almarhum Brigadir Muhamad Nurhadi, meminta Polda NTB untuk menangani kasus tewasnya ayah dua anak ini secara transparan.
Meskipun saat ini semua tersangka sudah ditahan, termasuk dua mantan atasannya yakni Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Sucandra.
Selain itu ada satu tersangka lain yaitu Misri, yang pada saat kejadian berada di lokasi kejadian.
Kakak korban, Muhammad Hambali mengatakan meskipun saat ini dua pecatan polisi sudah ditahan namun dia menilai, penahanan ini masih belum dipercayai sepenuhnya.
"Iya kayak ini ada beritanya dua oknum yang dua sudah ditahan, tapi kayak omong-omong saja, itu hanya foto saja," kata Hambali, Selasa (8/7/2025).
Ia menegeaskan, jangan sampai terhadap dua tersangka ini masih berkeliaran, meski pemeritaanya sudah ditahan.
"Kayak dulu, katanya sudah ditahan, nyatanya masih berkeliaran, itu membuat kita masih belum percaya," katanya.
Buruh lepas itu juga mengatakan, dia bersyukur perlahan kasus ini mulai terungkap. Ini menyusul terbongkarnya penyebab kematian, bukan karena tenggelam tetapi karena dianiaya.
Baca juga: Fakta Terungkapnya Kematian Brigadir Nurhadi: Penyebab Meninggal, Peran Tersangka Belum Dirinci
Seperti kecurigaan keluarga sebelumnya, bahwa almarhum Nurhadi bukan meninggal biasa. Melainkan ada kesengajaan yang membuat dia tewas di kolam salah satu villa di Gili Trawangan.
"Kita mulai tergugah, kalau kemarin kasus ini kayak ditutupi," kata Hambali.
Hambali mengatakan, untuk langkah selanjutnya pihak keluarga masih merundingkannya, dan masih menunggu hasil penyidikan dari pihak kepolisian.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.