Penemuan Mayat Polisi di Lombok
4 Kejanggalan yang Ditemukan Ayah Brigadir Esco, Yakin Anaknya Dibunuh
Hasil autopsi sementara mayat Brigadir Esco mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul pada tubuh.
Penulis: Sinto | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Kasus kematian Brigadir Esco Fasca Rely (29), anggota Intel Polsek Sekotong Lombok Barat terus menjadi perhatian publik.
Hal tersebut setelah banyaknya kejanggalan demi kejanggalan yang terjadi di lokasi penemuan jasad hingga kondisi jasad Brigadir Esco yang tidak wajar.
Hasil autopsi sementara mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul pada tubuh, terutama di bagian leher korban. Fakta ini memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan sebelum kematian Brigadir Esco.
Ayah Brigadir Esco, Samsul Herawadi (53) saat ditemui Tribun Lombok membocorkan sejumlah kejanggalan yang dutemukannya sebelum dan seseudah penemuan mayat anaknya.
Berikut empat kejanggalan yang ditemukan ayah Brigadir Esco:
1. Ditemukan Bercak Darah di Rumah Brigadir Esco
Samsul menyampaikan, kematian Brigadir Esco sangat janggal sekali terlebih hanya beberapa meter dari rumah almarhum. Saat ke rumah Brigadir Esco setelah tiga hari hilang kontak pada 19 Agustus 2025, Samsul menemukan kejanggalan berupa benda-benda yang menjadi barang bukti.
"Saat kesana bersama ibu korban untuk menjenguk cucu saya merasa ada keanehan. Lebih-lebih setelah ada hasil olah TKP selanjutnya, ternyata di ruangan itu disimpan barang bukti dan sebagainya. Posisi perasaan saya semakin bingung," jelas Samsul.
Menurut anggota Satpol PP Lombok Tengah ini, barang bukti tersebut berada di kamar adik ipar Brigadir Esco. Saat itu Samsul mau melaksanakan ibadah shalat Asar di kamar tersebut, ia kemudian diam sejenak dan mundur untuk pindah lokasi ibadah salat.
Samsul menduga jasad Brigadir Esco sempat disembunyikan di kamar tersebut. Samsul begitu yakin jika dari awal hilangnya ditemukan di TKP dengan leher terjerat, maka tidak mungkin ada keanehan di kamar tersebut.
Baca juga: Penemuan Mayat Mahasiswi Unram di Pantai Nipah, Polisi Kumpulkan Sejumlah CCTV di Sekitar TKP
"Ada barang bukti kayu yang saya dengar dari kepolisian sudah disita polisi. Yang bikin kaget ada bercak darah di handuk anak korban, handuk cucu saya. Ditemukan di ruangan anak korban yang diduga darah korban. Saya semakin terpukul, kenapa harus di kamar cucu saya," ungkap Samsul.
2. Adanya Dugaan Mutilasi pada Organ Tubuh
Samsul mengungkapkan, pihaknya sudah menerima informasi dari kepolisian bahwa ada dugaan kekerasan akibat benda tumpul di jasad Brigadir Esco.
Disampaikan Samsul, dirinya meyakini bahwa ada mutilasi pada organ tubuh Brigadir Esco dimana organ tubuh tersebut hilang.
"Bisa dikatakan mutilasi. Mungkin potong-potong tidak cuma ada sebagian anggota tubuh, organ tubuh yang hilang," jelas Samsul.
Lebih lanjut Samsul menegaskan, pihaknya dijanjikan hasil autopsi akan diserahkan kepolisian setelah enam hari penemuan jasad Almarhum.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.