Banjir Kota Mataram dan Lombok Barat

Banjir Terjang Mataram, 137 Kepala Keluarga di Bertais Kehilangan Harta Benda

Di Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, tercatat sebanyak 101 kepala keluarga mengalami kerugian materiel akibat banjir yang menerjang Kota Mataram

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
BANJIR KOTA MATARAM - Warga Kelurahan Bertais Kecamatan Sandubaya Kota Mataram saat bergotong royong membersihkan sisa banjir, Senin (7/7/2025). Lurah Bertais, Hafizuddin mengatakan,  data sementara menunjukkan sebanyak 101 warga terdampak yang tersebar di enam lingkungan kelurahan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM – Banjir yang melanda Kota Mataram mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak parah dan harta benda ikut terseret arus.

Di Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, tercatat sebanyak 137 kepala keluarga mengalami kerugian materiel akibat peristiwa ini.

Lurah Bertais, Hafizuddin mengatakan,  data sementara menunjukkan sebanyak 137 kepala keluarga terdampak yang tersebar di enam lingkungan kelurahan.

“Warga yang terdampak di Kelurahan Bertais ini terbanyak di Lingkungan Karang Rundun dan Pengepel Indah, sedang di Gontoran Barat juga ada 4 warga yang terdampak yang memang tempat tinggalnya dekat dengan aliran sungai,” ucap Hafizuddin menjawab TribunLombok.com, Senin (7/7/2025).

Ia menjelaskan, banjir mulai melanda wilayah Bertais sejak pukul 14.00 Wita. Hingga malam hari, aliran Sungai Jangkok yang meluap merendam ratusan rumah warga.

Bahkan lanjut dia, banjir bandang ini merusak sejumlah fasilitas publik seperti jembatan Gintoran Barat dan jembatan Pengempel yang mengalami rusak berat, dan jalan penghubung di BTN Mahkota Bertais tergerus hingga tidak bisa dilewati lagi.

Sementara itu, genangan air yang sempat merendam ratusan rumah kini telah dibersihkan.

Warga bergotong royong sejak pagi untuk mengangkat puing-puing bangunan dan sampah yang terbawa arus banjir.

“Selain itu, puing-puing bangunan hingga sampah yang ikut hanyut juga sudah diangkat semua, kami bersama warga bergotong royong,” ungkapnya.

Hafizuddin menegaskan, pihak kelurahan saat ini masih melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami kerugian materiel.

Pihaknya juga secara intens melaporkan perkembangan kepada BPBD Kota Mataram agar segera dilakukan asesmen.

Lebih lanjut, ia mengatakan sesuai instruksi Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, pihaknya telah menyiapkan kantor lurah sebagai posko sementara bagi warga terdampak.

Masyarakat yang tidak memiliki tempat bisa datang ke kantor lurah Bertais untuk mengungsi, sementara rumah yang ia tempati diperbaiki.

“Dari awal kita diperintah dari Pak Wali Kota, masing masing kelurahan ini kita punya posko siaga bencana. Di sana juga ada layanan kesehatan,” singkatnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved